Plt. Kadiskes Aceh Selatan Positif Covid-19

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt. Kadiskes) Aceh Selatan, inisial N (46), merupakan salah satu dari 8 nama terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab RT-PCR Balitbangkes Jakarta, yang keluar Minggu (9/8/2020) malam kemaren.

Hasil swab ini merupakan bagian dari 100 orang lebih sample swab yang diambil hasil tracking terhadap pelaku kontak erat dengan tenaga kesehatan yang lebih dulu telah terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh Selatan.

Bacaan Lainnya

Sample swab 100 orang lebih ini diambil sekitar 1 Agustus 2020 lalu di RSUDYA Tapaktuan lalu dikirim ke Balitbangkes Aceh, Lambaro, Aceh Besar. Karena Balitbangkes Aceh mengalami kehabisan barang habis pakai (BHP), sehingga mengalami kendala melakukan pemeriksaan specimen swab melalui metode RT-PCR. Kemudian sample swab lebih dari 100 orang dari Aceh Selatan ini dikirim ke Balitbangkes Jakarta.

Proses pemeriksaan swab dengan metode RT-PCR di Balitbangkes Jakarta, baru keluar pada Minggu (9/8/2020) malam. Dari 100 lebih sample swab dari Aceh Selatan yang diperiksa, sebanyak 8 orang dinyatakan positif Covid-19, sedangkan sisanya negatif.

Plt. Kadiskes Aceh Selatan, Novi Rosmita SE,M.Kes yang dikonfirmasi ulang di Tapaktuan, Senin (10/8/2020), membenarkan bahwa dirinya telah terkonfirmasi positif Covid-19 hasil pemeriksaan swab dengan metode RT-PCR Balitbangkes Jakarta yang baru diterima pihaknya Minggu (9/8/2020) malam kemaren.

“Benar, dari 8 orang penambahan positif Covid-19 tersebut 1 diantaranya adalah saya sendiri,” ungkap Novi.

Menurutnya, sebelum sebanyak 6 orang tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Aceh Selatan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, ia sempat melakukan kontak erat bahkan sempat menggelar rapat dengan para tenaga kesehatan dimaksud khususnya dengan para Tim Tracking kontak erat positif Covid-19 bentukan Dinkes Aceh Selatan.

“Kalau boleh kita bilang bukan lagi kontak erat tapi sudah lebih dari itu. Sebab setiap harinya saya memang bersama para petugas Tim Tracking khususnya dengan Kabid P2P yang juga Jubir Tim Gugus Tugas PP Covid-19 Aceh Selatan. Jadi status akan terkonfirmasi positif Covid-19 ini memang sudah kita prediksi sebelumnya,” ungkap Novi.

Karena itu, lanjut Novi, sejak 6 orang Tim Tracking bentukan Dinkes Aceh Selatan terkonfirmasi positif Covid-19 atau persisnya sejak 1 Agustus 2020 lalu, ia bersama seluruh anggota keluarganya telah melakukan isolasi mandiri dirumahnya.

“Terhitung sampai hari ini, saya bersama keluarga sudah menjalani isolasi mandiri sekitar 10 hari. Selama ini saya sama sekali tidak melakukan aktivitas masuk kantor atau keluar rumah lagi untuk menghindari terpapar orang lain,” ujar Novi.

“Sedangkan terkait kegiatan perkantoran saya pun sudah melaporkan kepada pimpinan dan untuk tugas-tugas yang bersifat tidak prinsipil sudah saya delegasikan kepada salah satu Kabid di Dinkes yang hasil swabnya sudah dinyatakan Negatif,” tambahnya.

Kemudian, terhitung sejak Minggu (9/8/2020) malam kemaren, ia bersama anggota keluarganya terpaksa harus melanjutkan isolasi di salah satu ruang khusus Covid-19 di RSUDYA Tapaktuan.

“Langkah ini harus kami dilakukan, karena suami saya sempat mengalami gejala demam dan batuk-batuk. Apalagi tempat tinggal kami berlokasi di pusat pasar Kota Tapaktuan. Makanya, untuk mencegah hal-hal yang tak di inginkan serta untuk kenyamanan bersama kami memutuskan memilih melakukan isolasi di Rumah Sakit,” pungkasnya.

Pos terkait