Meski Lapor ke Mendagri Anggaran Covid-19 Rp 1,7 T, Kok Pemerintah Aceh Sebut Jumlahnya Belum Pasti?

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Banda Aceh. Wakil Ketua DPRA Safaruddin S.Sos MSP menegaskan bahwa lembaga legislatif itu akan mengundang Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk meminta penjelasannya terkait hasil refocusing APBA 2020 sebesar Rp 1,7 triliun untuk penanganan pencegahan penularan wabah virus corona (covid-19).

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Aceh (DPKA), Bustami Hamzah SE MSi yang dimintai penjelasannya, menyatakan siap datang ke gedung DPRA.

Kata Bustami, penyusunan refocusing dan penyesuaian APBA 2020 sesuai instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2020 dan SKB Mendagri dan Menkeu Nomor 119/tahun 2020. “Jika anggota DPRA ingin meminta penjelasan kita siap menjelaskan,” kata dia.

Namun, terkait nilai APBA 2020 yang sudah di-refocusing, Bustami tak mau menyebutkan. “Kalaupun Pemerintah Aceh sudah melaporkannya ke Mendagri, angka itu merupakan angka sementara,” kata dia.

Dijelaskan Bustami, sumber dana APBA paling besar berasal dari dana transfer pusat. Target PAD/PAA tahun 2020 sekitar Rp 2,6 triliun, sementara belanja tahun ini mencapai Rp 17,279 trilliun.

“Jadi, jika banyak dana transfer pusat yang dipotong sebagai dampak dari covid 19, maka pengurangan dana refocusing maupun penyesuian APBA 2020 menjadi lebih besar,” kata dia.

Itu sebabnya, kata Bustami, pihaknya belum mengumumkan secara pasti dana refocusing dan dana penyesuaian APBA 2020 tersebut.

“Menunggu sampai pusat memastikan berapa besar dana transfer pusat untuk Aceh yang akan dipangkas. Antara lain, dana perimbangan, dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dana Otsus, dana insentif daerah (DID), penerimaan bagi hasil pajak, dan lainnya yang akan dipotong pusat pada tahun 2020. Ini merupakan dampak penurunan penerimaan pajak negara secara menyeluruh akibat wabah covid-19,” papar Bustami. (aceh.tribunnews.com)

Pos terkait