Ketua DPRA Berharap Presiden Kabulkan Permintaan Mualem Otsus Aceh 2,5 Persen

TheTapaktuanPost | Banda Aceh. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bahwa Aceh membutuhkan minimal Dana Otsus abadi sebesar 2,5 persen, dan angka tersebut ditegaskan merupakan angka minimal.

Ketua DPRA, Zulfadli atau akrab disapa Abang Samalanga berharap, Presiden Prabowo Subianto mengabulkan permintaan Mualem agar Aceh bisa kembali bangkit dan sejajar dengan provinsi lain. 

Bacaan Lainnya

“Kita berharap Bapak Presiden Prabowo mengabulkan permohonan Gubernur Aceh terkait besaran Dana Otsus Aceh ke depan,” kata Zulfadli, Jumat (17/4/2026).

Adapun permintaan Mualem tersebut disampaikan dalam rapat konsultasi dengan Banleg DPR RI terkait perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (16 April 2006).

Abang Samalanga mengapresiasi jalannya rapat yang sangat konstruktif. Ia mengatakan bahwa semua persoalan tentang Aceh sudah disampaikan dalam rapat tersebut.

“Kita berharap rapat konsultasi ini menjadi acuan penting bagi pemerintah pusat dalam mengambil keputusan tentang Aceh,” ujar Ketua DPRA.

Di sisi lain, Abang Samalanga juga menyampaikan terima kasih kepada Baleg DPR RI, termasuk Mendagri RI, Tito Karnavian yang juga sepakat Dana Otsus Aceh diperpanjang.

Politisi Partai Aceh itu mengungkapkan bahwa Aceh saat ini masih membutuhkan Dana Otsus. Tanpa ditopang oleh dana otsus, pembangunan Aceh ke depan akan berat di tengah efisiensi anggaran. 

Karena itu, ia berharap dengan adanya revisi UUPA dan penambahan Dana Otsus, kondisi Aceh semakin membaik dan masyarakatnya sejahtera.

Tak hanya dari sisi pembangunan infrastruktur, tapi juga sektor pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat, dan terbukanya lapangan kerja.

“Jadi kita berharap revisi UUPA ini benar-benar berdampak ke rakyat serta otonomi khusus sepatutnya semakin memperkuat kekhususan Aceh,” ucap dia.

Sebelumnya, Gubernur Mualem menekankan bahwa Aceh membutuhkan dukungan anggaran besar untuk bangkit secara menyeluruh.

“Dengan musibah yang melanda Aceh, kita membutuhkan sekitar Rp40 triliun agar pembangunan bisa kembali sempurna,” ujar Mualem.

Mualem menilai, peningkatan Dana Otsus menjadi sangat krusial mengingat masih banyak infrastruktur di Aceh yang rusak dan membutuhkan penanganan serius, mulai dari jembatan, jalan, hingga sektor pertanian seperti sawah.

Menurutnya, saat ini pembahasan Otsus Aceh masih berada pada angka 2 persen, sebagaimana usulan Mendagri. Namun, ia berharap ada penambahan menjadi 2,5 persen agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan maksimal.

“Hanya saja kita tahu, saat ini masih 2 persen. Akan lebih sempurna jika ditingkatkan menjadi 2,5 persen,” katanya.

Pos terkait