TheTapaktuanPost | Jakarta. Hingga saat ini, pandemi virus corona baru (COVID-19) masih menjadi sebuah ancaman kesehatan bagi penduduk di seluruh dunia.
Pasalnya secara global, virus yang diketahui sudah menyebar ke 210 negara ini telah menginfeksi lebih dari 2,3 juta orang di seluruh dunia.
Dikutip dari laman World o Meters, per Minggu pagi, 19 April 2020, jumlah total telah mencapai sebanyak 2.330.150 kasus, dengan 160.643 di antaranya meninggal dunia dan 596.482 lainnya dinyatakan sudah sembuh.
Tiongkok yang merupakan negara asal pandemi COVID-19 menemukan adanya 27 kasus baru, sehingga totalnya mencapai angka 82.719.
Spanyol menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi di antara Italia, Jerman dan Prancis dengan mencatat 3.577 kasus tambahan, sehingga total keseluruhan menjadi 194.416.
Kemudian, Italia mencatat sebanyak 3.491 kasus baru sehingga totalnya menjadi 175.925.
Selain itu, Italia juga menjadi negara dengan kasus kematian terbanyak akibat COVID-19 di Eropa.
Italia telah mencatat adanya 482 kasus kematian baru, sehingga total keseluruhan mencapai 23.227 korban jiwa.
Sedangkan Jerman memiliki jumlah kematian yang relatif rendah dibandingkan dengan Spanyol, Italia dan Prancis.
Dari total kasus yang mencapai angka 143.342, Jerman mencatat 4.459 warganya telah meninggal dunia akibat COVID-19.
Kemudian Prancis mencatat adanya 3.824 kasus baru, sehingga total keseluruhan menjadi 151.793.
Di luar Tiongkok, Iran menjadi negara di Asia yang mengalami dampak terburuk akibat COVID-19 dengan mencatat adanya 1.374 kasus baru, sehingga total menjadi 80.868.
Dari total 80.868 kasus COVID-19 di Iran, 5.031 di antaranya meninggal dunia dan 55.987 lainnya telah kembali pulih.
Di negara Timur Tengah lainnya, ada Israel yang mengalami dampak terburuk akibat COVID-19, mereka mengonfirmasi sebanyak 283 kasus baru, sehingga total keseluruhan mencapai angka 13.265.
Di Asia Tenggara, Indonesia menyusul Filipina dengan mencatat total kasus keseluruhan yang mencapai angka 6.248.
Diketahui sebelumnya, Filipina menjadi penyumbang kasus COVID-19 terbanyak di Asia Tenggara dengan memiliki 6.087 kasus.
Indonesia pun memiliki jumlah kematian akibat COVID-19 terbanyak di Asia Tenggara, yaitu sebanyak 535 korban jiwa.
Sementara itu, Singapura memiliki total kasus COVID-19 sebanyak 5.992, dengan jumlah kematian yang relatif rendah, yaitu 11 kematian.
Lalu Malaysia mencatat adanya 54 kasus baru, sehingga kini total kasus keseluruhan menjadi 5.305.
Kemudian di Amerika Selatan, Brazil menjadi negara penyumbang kasus COVID-19 tertinggi, negara tersebut mencatat sebanyak 36.658 kasus, dengan 2.354 di antaranya meninggal dunia dan 14.026 lainnya telah kembali pulih.
Sedangkan Afrika Selatan masih menjadi negara di Benua Afrika yang memiliki kasus COVID-19 terbanyak dengan total mencapai angka 3.034. (Pikiran-rakyat.com)
Update Virus Corona di Dunia Minggu 19 April 2020, AS Catat Kematian Tertinggi
