Bupati Mirwan Geram, Pejabat Aceh Selatan Dinilai Minim Ide dan Gagasan

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Suasana pelantikan pejabat di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Selasa, 23 Juni 2026, mendadak berubah serius ketika Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS menyampaikan kegelisahannya terhadap kinerja sebagian pejabat di lingkungan pemerintah daerah yang dipimpinnya.

Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Mirwan mengaku heran sekaligus kecewa karena selama hampir dua tahun memimpin Aceh Selatan, nyaris tidak ada pejabat yang berinisiatif datang berkonsultasi atau membangun strategi bersama untuk menjemput program dan anggaran pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

“Sudah hampir dua tahun saya menjabat bupati, heran saya melihat tidak ada pejabat yang berinisiatif datang kepada saya untuk berkonsultasi hal-hal yang penting, khususnya melobi program-program di pusat,” kata Mirwan dalam sambutannya usai melantik dan mengambil sumpah pejabat di Rumoh Agam, Tapaktuan, Selasa (23/6/2026).

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Selama ini, menurut Mirwan, dirinya lebih banyak bergerak sendiri memanfaatkan jaringan dan relasi yang dimiliki di sejumlah kementerian untuk memperjuangkan program pembangunan bagi Aceh Selatan.

Dari upaya tersebut, beberapa program berhasil dibawa pulang ke daerah. Di antaranya bantuan sektor pertanian, alat kesehatan untuk rumah sakit, mobil pemadam kebakaran, serta sejumlah program lainnya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, Mirwan menilai capaian tersebut seharusnya bisa lebih besar apabila para kepala organisasi perangkat daerah memiliki semangat yang sama dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat.

“Seharusnya jika para pejabat ini berinisiatif mau bekerja sama, bisa kita kolaborasikan antara relasi yang saya miliki dengan relasi para pejabat terkait,” ujarnya.

Bagi Mirwan, persoalan ini bukan semata soal kemampuan melobi anggaran. Yang lebih mendasar adalah minimnya kreativitas dan keberanian sebagian pejabat untuk melahirkan gagasan serta mencari peluang pembangunan di luar rutinitas birokrasi sehari-hari.

Karena itu, momentum pelantikan pejabat kali ini dijadikannya sebagai pengingat bahwa jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan negara.

Ia meminta para pejabat yang baru dilantik agar tidak hanya fokus menjalankan tugas rutin, tetapi juga aktif mencari peluang program, investasi, serta sumber-sumber pembiayaan yang dapat mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini tolong jadi atensi serius khususnya kepada para pejabat yang baru dilantik. Akan ada evaluasi kinerja ke depannya,” tegas Mirwan.

Peringatan tersebut menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan menaruh perhatian lebih besar pada aspek kinerja, inovasi, dan kemampuan pejabat dalam menghadirkan terobosan pembangunan.

Bagi Mirwan, tantangan daerah yang semakin kompleks membutuhkan aparatur yang tidak hanya bekerja di belakang meja, tetapi juga mampu bergerak, membangun jaringan, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat hingga ke tingkat pusat.

Pos terkait