oleh

Dekranasda Aceh Selatan Raih Juara 1 Kategori Produk Kerajinan Unggulan pada Rakerda Tahun 2020

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Dekranasda Aceh Selatan berhasil meraih gelar juara 1 kategori produk kerajinan unggulan dengan menampilkan kain dan selendang bordir motif Situnjuang pada pameran virtual produk kerajinan unggulan dengan tajuk “Sisi Positif Pandemi Covid-19 Sebagai Momentum Percepatan Digitalisasi Pasar Kerajinan di Daerah”, yang digelar Dekranasda Aceh di Aula Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (17/11/2020).

Kegiatan ini, merupakan puncak dari sederet rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Aceh tahun 2020. Kegiatan yang telah berlangsung sejak 15 November 2020 lalu dan di ikuti Dekranasda se-Aceh ini, ditayang langsung lewat chanel Youtube Diskominfo dan Persandian Aceh.

Istri bupati yang juga Ketua Dekranasda Aceh Selatan, Khailida Amran, mengatakan, rangkaian pameran virtual dalam rangka Rakerda Dekranasda Aceh tahun 2020 menampilkan 5 event perlombaan yaitu pemutaran peragaan busana etnik kreasi daerah oleh designer lokal, pengumuman perlombaan produk kerajinan unggulan dan produk kerajinan Inovatif, pengumuman perlombaan laporan Ketua Dekranasda kabupaten/kota, serta pengumuman perlombaan kreasi busana bertema ‘Etnik Gaya Minimalis dalam Paradigma Kebiasaan Baru’.

Dari 5 event yang di ikuti dalam perlombaan tersebut, Dekranasda Aceh Selatan berhasil masuk 3 nominasi yaitu lomba pidato ketua dekranasda, produk kerajinan unggulan dan stand pameran.

“Alhamdulillah, akhirnya Dekranasda Aceh Selatan berhasil meraih gelar juara 1 pada kategori produk kerajinan unggulan dengan menampilkan kain dan selendang bordir motif Situnjuang. Produk ini biasa digunakan pada pelaminan adat oleh masyarakat Aceh Selatan,” kata Khailida Amran kepada TheTapaktuanPost seusai mengikuti pameran virtual di Ruang Vidcon, Setdakab Aceh Selatan.

Khailida Amran mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Rakerda Dekranasda Aceh tahun 2020 yang turut dihadiri Ketua Umum Dekranas Hj Wuri Ma’ruf Amin, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Aceh Wildan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Mohd Tanwier MM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Safrida Yuliani, pengurus Dekranasda se-Aceh, perwakilan pelaku UMKM dan unsur lainnya.

Ia mengatakan, Rakerda Dekranasda tahun ini sangat unik karena semua kegiatan dilakukan secara virtual dikarenakan pandemi Covid-19. Namun, dia menilai pengurus Dekranasda se-Aceh tetap semangat dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Saya mengapresiasi atas suksesnya Rakerda Dekranasda Aceh tahun 2020 dan juga mengapresiasi pengurus Dekranasda se-Aceh yang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, rakerda tahun ini menjadi motivasi bagi pengurus Dekranasda dalam meningkatkan kualitas dan kerja sama yang baik antar lembaga dalam upaya mendorong perkembangan kerajinan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Aceh khususnya di Aceh Selatan.

“Sesuai dengan tujuan Dekranasda untuk memakmurkan UMKM, karena itu ke depan konsep yang sudah kita bangun harus menjadi acuan dalam menjalankan program ke depan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Khailida Amran juga mengingatkan kepada para pengurus Dekranasda di daerah itu agar terus melakukan pembinaan terhadap sentra-sentra kerajinan UMKM dengan menggelar pelatihan dan peningkatan skill bagi para perajin yang ada di Aceh Selatan.

“Pentingnya menyosialisasikan dan memberikan pemahaman tentang pemanfaatan teknologi digitalisasi kepada pengrajin agar bisa menjangkau pasar dengan lebih mudah. Mari sama-sama kita berusaha meningkatkan kinerja dan menjadikan UMKM yang berkualitas di Kabupaten Aceh Selatan,” pintanya.

Sebelumnya. Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan pameran virtual ini merupakan salah satu cara Dekranasda Aceh untuk menjaga eksistensi produk kerajinan khas daerah yang terdampak akibat pandemi covid-19.

Ia mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya pelaksanaan Rakerda di tahun 2020 dilaksanakan secara virtual karena pandemi covid-19 yang mengharuskan mengikuti protokol kesehatan dengan pembatasan massa.

“Setiap tahunnya kita laksanakan di daerah berbeda-beda. Tapi akibat pandemi, kegiatan Rakerda tahun 2020 dilaksanakan secara virtual,” kata Dyah.

Tema rakerda tahun ini, menurut Dyah, sangat sesuai dengan kondisi saat ini, dimana pandemi covid-19 telah berdampak terhadap berbagai sektor. Pada tataran ekonomi global, pandemi covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan pada perekonomian domestik negara khususnya keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dyah memaparkan, berdasarkan laporan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menyebutkan bahwa dampak pandemi berimplikasi terhadap ancaman krisis ekonomi besar yang ditandai dengan terhentinya aktivitas produksi di banyak Negara yang membuat jatuhnya tingkat konsumsi masyarakat.

Indonesia yang didominasi oleh keberadaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, juga terdampak secara serius, bukan hanya pada aspek total produksi dan nilai perdagangan, akan tetapi juga pada jumlah tenaga kerja yang harus kehilangan pekerjaannya karena pandemi.

Pelaku UMKM, jelas Dyah, mengalami kesulitan terutama pada pemenuhan bahan baku yang berdampak pada terhambatnya distribusi, sehingga berakibat pada sulitnya ekspor produk serta penurunan permintaan yang mengakibatkan terancamnya keberlanjutan UMKM.

“Maka dari itu, di tengah kondisi saat ini, para pelaku UMKM harus lebih inovatif dan jeli dalam melihat peluang, melakukan diversifikasi produk dan yang paling penting harus Go Digital yaitu memperluas pasar dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Dyah.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranas Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin mengapresiasi pelaksanaan Rakerda Dekranasda Aceh tahun 2020. Menurutnya, pelaksanaan Rakerda merupakan hal yang sangat penting dilakukan dalam rangka kontribusi ide/gagasan serta pemikiran yang diperlukan untuk merumuskan program kerja yang lebih aplikatif dan efesien yang bertujuan untuk mengangkat martabat pengrajin.

“Sebagi wadah perhimpunan para pemangku kepentingan, pencinta dan peminat seni untuk mengembangkan produk kerajinan, semua program Dekranas harus terus berupaya meningkatkan kehidupan pengrajin yang sebagian merupakan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) dengan terus menggali kreatifitas, membina, dan melestarikan warisan bangsa,” kata Wury Ma’ruf Amin.

Ia mengingatkan kembali, tujuan dari Dekranas adalah menggali, mengembangkan dan melestarikan warisan budaya bangsa serta membina para pengrajin yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan penggunaan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas dalam rangka memperkokoh jati diri budaya bangsa.

“Pandemi yang sangat berdampak pada semua sektor ekonomi termasuk pengrajin, maka itu Dekranasda harus lebih berperan aktif dengan terus mambantu dan membina, serta tanamkan juga pada masyarakat kita untuk cintai produk Indonesia,” pungkasnya. (dbs/humas.acehprov)

News Feed