Dinas Pertanian Aceh Selatan Terima Alsintan Senilai Rp7 Miliar Dari Kementan

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Pertanian menerima bantuan peralatan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Sarana dan Prasarana Pertanian. Alsintan yang pengadaannya bersumber dari APBN 2024 dengan nilai total mencapai Rp7 miliar lebih itu terdiri dari 25 unit traktor roda dua dan 13 unit traktor roda empat.

Menjelang dioperasionalkan oleh petani untuk menggarap lahan persawahan, peralatan pertanian itu dipeusijuek (tepung tawar) oleh Pj. Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma S.STP didampingi Kadis Pertanian H. Nyaklah SP di Gedung Alsintan Dinas Pertanian, Gampong Panjupian, Tapaktuan, Kamis (13/6/2024).

Bacaan Lainnya

Pj. Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma S.STP mengatakan, bantuan alsintan yang diterima merupakan wujud komitmen pemerintah pusat bersama pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Aceh Selatan.

“Dengan adanya peralatan mesin pertanian ini dalam penggunaannya kita harapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu, biaya maupun tenaga kerja saat proses pengolahan sawah oleh petani,” kata Cut Syazalisma.

Disamping itu, penggunaan alsintan ini juga bertujuan untuk peningkatan indeks pertanaman dan luas tanam per tahun, sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Dengan harapan terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan pada masa mendatang di Kabupaten Aceh Selatan.

Sementara itu, Kadis Pertanian Aceh Selatan H. Nyaklah SP menjelaskan, bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian kali ini tidak dibagikan secara langsung kepada kelompok tani seperti lazimnya selama ini.

Melainkan, alsintan tersebut akan diperuntukkan dan dikelola oleh brigade Dinas Pertanian Aceh Selatan. Menurutnya sistem pengelolaan brigade alsintan dimaksudkan dalam bentuk pendampingan kegiatan olah tanah, tanam dan panen secara serempak yang dilakukan petani di masing–masing wilayah kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan.

Terobosan baru ini selain bertujuan untuk mewujudkan penggunaan alat secara tepat sasaran dan adanya jaminan perawatan mesin juga untuk memastikan adanya kontribusi PAD bagi daerah.

“Artinya bahwa, kita menjamin ketersediaan alsintan bagi petani Aceh Selatan dalam jangka waktu lama untuk mendukung program swasembada dan ketahanan pangan. Dan disisi lain, kita juga harus memastikan keberadaan aset negara tersebut harus mampu memberi kontribusi PAD bagi daerah,” tegas H. Nyaklah.

Dikesempatan itu, Kadis Pertanian Aceh Selatan juga menginformasikan bahwa pada tahun 2024 petani setempat juga telah menerima mesin pompa air ke lahan persawahan dari Kementerian Pertanian RI sebanyak 4 unit untuk mendukung program upaya khusus (Upsus) luas tambah tanam (LTT) dan LFF.

Keempat mesin pompa air tersebut, kata Nyaklah, masing-masing diterima Kelompok Tani Tacibina Gampong Sawah Tingkeum, Kecamatan Bakongan Timur. Kelompok Tani Paya Bak Kubu Gampong Pulo Ie, Kecamatan Kluet Utara. Kelompok Tani Suak Belimbing, Gampong Indra Damai dan Kelompok Tani Suak Baula, Gampong Kapeh, Kecamatan Kluet Selatan.

Pos terkait