Gubernur Aceh Sesalkan Kredit Produktif Bank Aceh Syariah Masih Kurang, Anggaran Banyak Dihabiskan untuk Kebutuhan Konsumtif

TheTapaktuanPost | Trumon Tengah. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah MT, memerintahkan Bank Aceh Syariah (BAS) segera mengucurkan dukungan pembiayaan untuk pengembangan agrowisata Puncak Pinto Angen yang digagas oleh salah seorang pengusaha yang juga pegiat wisata di Kabupaten Aceh Selatan, Tgk. Abrar Muda.

Menurut Gubernur, program pengembangan objek wisata seperti ini harus menjadi prioriatas dan mendapat perhatian serius dari dunia perbankan khususnya dari Bank Aceh Syariah dengan mengucurkan dukungan pembiayaan secara maksimal.

Bacaan Lainnya

“Dunia perbankan khususnya Bank Aceh Syariah harus mendukung program seperti ini, tidak harus menunggu selesai dulu,” kata Nova Iriansyah saat berkunjung ke Puncak Pinto Angen, Gunung Kapho, Kecamatan Trumon Tengah, Aceh Selatan, Kamis (4/2/2021).

Dihadapan Bupati Aceh Selatan dan sejumlah pejabat daerah serta pejabat provinsi, Gubernur Aceh Nova Iriansyah secara blak-blakan mengkritik kinerja managemen Bank Aceh Syariah, yang disebutnya selama ini justru lebih banyak menghabiskan pembiayaan untuk kebutuhan konsumtif sedangkan kredit produktif dinilai masih sangat kurang.

“Kira-kira dari Rp. 13 Triliun pembiayaan itu sekitar 90 % habis untuk pembiayaan konsumtif. Diantaranya untuk beli mobil, beli honda, beli rumah. Sedangkan pembiayaan atau kredit produktif ini justru masih kurang. Makanya, secara bersama-sama kita harus mendorong kredit produktif harus lebih diprioritaskan lagi,” tegas Gubernur.

Kepada Bupati Aceh Selatan yang merupakan salah satu pihak pemegang saham, Gubernur Nova Iriansyah menitip amanah agar disampaikan kepada Pimpinan Cabang (Pimcab) Bank Aceh Syariah Tapaktuan agar memprioritaskan kucuran pembiayaan untuk mendukung upaya-upaya investasi seperti pengembangan agrowisata Puncak Pinto Angen tersebut.

“Nanti, saya juga akan berbicara secara khusus dengan Managemen Kantor Pusat Bank Aceh Syariah di Banda Aceh. Nanti saya akan mengundang secara khusus Tgk. Abrar Muda untuk berdiskusi bersama,” ujar gubernur.   

Gubernur mengatakan, tanggungjawab memajukan pembangunan daerah di seluruh sector termasuk sector pariwisata bukan hanya menjadi beban dan tanggungjawab pemerintah saja, karena ketersediaan anggaran dan sumber daya pemerintah sangat terbatas, sehingga juga butuh peranserta pihak swasta.  

Oleh karenanya, jika ingin mewujudkan kesejahteraan rakyat dan percepatan pembangunan daerah maka harus menggalakkan investasi swasta. Gubernur menegaskan, investasi swasta tidak harus dari luar, sebab sebenarnya dimana-mana itu investasi swasta harus dimulai dari putra daerah setempat.

“Makanya, ketika Tgk. Abrar Muda mengirim pesan via aplikasi WhatsApp messages (WA) sekitar 2 hari lalu, untuk membuka objek wisata ini saya langsung menyambut baik gagasan ini. Kita semua harus mendukung penuh pengembangan sebuah industry pariwisata demi mempercepat kemajuan pembangunan daerah,” tegas Gubernur lagi.

Siap Mendukung

Sementara, Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Tapaktuan, Jufri, SE yang dimintai tanggapannya ditempat terpisah mengatakan pihaknya siap mendukung pengembangan objek agrowisata Puncak Pinto Angen tersebut.

“Kami sangat mendukung dukungan pembiayaannya secara maksimal,” kata Jufri SE saat dihubungi oleh TheTapaktuanPost di Tapaktuan, Jumat (5/2/2021).

Namun saat ditanya dalam bentuk apa dukungan pembiayaan itu akan di kucurkan?, Jufri SE mengaku belum bisa menjelaskannya karena belum mengkaji secara lebih detail terkait kebutuhan pembiayaan yang dibutuhkan oleh pelaku yang akan mengembangkan objek wisata tersebut.

“Kita harus duduk dulu dengan pelaku usahanya, untuk mengetahui ide-ide atau gagasan yang akan dikembangkan dilokasi objek wisata tersebut,” pungkasnya.       

Pos terkait