Ini Program Tgk. Amran Mengakhiri Keterisoliran Gampong Alue Keujruen Manggamat

TheTapaktuanPost | Kluet Tengah. Setelah keterisoliran dan keterpencilan kemukiman Bulohseuma, Kecamatan Trumon dipastikan akan benar-benar tuntas pada tahun 2022, Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran menyatakan target berikut pihaknya adalah akan mengakhiri kondisi keterisoliran dan keterpencilan Gampong Alue Keujruen, Kemukiman Manggamat, Kecamatan Kluet Tengah.

Berbagai program telah mulai dirancang oleh Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran, mulai dari rencana pembukaan akses jalan tembus, pengadaan ambulance air, penempatan tenaga dokter dan bidan desa hingga rencana pembangunan jaringan telekomunikasi.

Bacaan Lainnya

Penegasan itu disampaikan langsung Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran didampingi Ny. Khailida Amran dalam sambutannya saat menggelar ramah tamah (silaturrahmi) dengan masyarakat setempat, di halaman SDN Alue Keujruen, Jumat (5/3/2021) sekira pukul 20.00 WIB hingga menjelang tengah malam.

“Kehadiran kami di sini tanpa di undang, secara khusus kami berkunjung ingin melihat dan berjumpa langsung dengan masyarakat di sini. Bahkan kami juga ingin bermalam langsung di sini bersama masyarakat,” kata Tgk. Amran mengawali sambutannya.

Tgk. Amran mengaku sangat terenyuh ketika mendengar laporan Keuchik Alue Keujruen, Agustaria Bangun, terkait persoalan terbatasnya akses pelayanan kesehatan di gampong setempat. Sebelumnya, Agustaria Bangun mengungkapkan, selama ini tidak jarang masyarakat setempat yang mengalami sakit berat terpaksa harus “pasrah” hingga akhirnya dijemput ajal.

Masyarakat mengalami kendala mendapatkan pelayanan kesehatan karena harus mengarungi sungai menggunakan sampan dengan masa tempuh selama beberapa jam untuk menuju ke Puskesmas Manggamat di ibu kota Kecamatan Kluet Tengah. Meskipun di gampong tersebut telah tersedia bangunan Pustu dengan hanya tersedia satu orang perawat, tapi sejauh ini belum tersedia tenaga dokter dan bidan desa serta obat-obatan yang cukup.

“Jika ada warga yang sakit berat serta ibu-ibu melahirkan terutama di malam hari, terkadang harus pasrah saja. Memang jika ajal sudah tiba memang sudah takdir ALLAH SWT, tapi begitulah kondisi yang harus di alami masyarakat kami di sini,” ucap Agustaria sambil terisak tangis.

Yang celakanya lagi, akibat terbatasnya sarana transportasi tersebut banyak masyarakat yang memilih meninggal tanpa terlebih dulu mendapatkan penanganan medis. Informasi yang dihimpun TheTapaktuanPost di desa itu, orang merasa takut untuk membawa warga yang mengalami sakit keras menggunakan perahu karena jika meninggal di dalam perahu saat perjalanan maka perahu tersebut langsung akan di bakar, untuk menghindari terjadi kemalangan.

“Apa bedanya kami di sini dengan masyarakat Bulohseuma,” ucap Keuchik Alue Keujruen bernada protes.

Menyahuti aspirasi ini, Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran mengatakan, Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Kesehatan pada tahun 2021 ini dipastikan telah mengusulkan pengadaan ambulance air ke Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. Tak hanya itu, Tgk. Amran juga menyatakan sedang mengupayakan pengadaan ambulance air melalui sumber APBK.

“Melalui sumber APBK, saat ini kita sedang mencari skema pembiayaan melalui sumber pos anggaran mana soalnya pengesahan anggaran APBK 2021 telah usai. Yang pasti kita akan mengupayakan secara maksimal mempercepat pengadaan ambulance air ini, tenggat waktunya paling lama tahun 2022 harus sudah ada, mudah-mudahan dapat terealisasi langsung tahun 2021 ini,” ungkap Tgk. Amran.

Tak berhenti sampai disitu, Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran juga memastikan akan menempatkan tenaga dokter dan bidan desa di gampong tersebut.

“Makanya, dalam kunjungan kali ini secara khusus saya turut serta memboyong Plt. Kadiskes Aceh Selatan, guna di cari skema yang tepat untuk memastikan masyarakat di sini mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan mudah,” tegasnya.

Gambaran awal yang telah didapatkan, lanjut Tgk. Amran, saat ini pihaknya sedang menghimpun data terkait apakah ada putra-putri setempat yang telah selesai menempuh pendidikan dibidang kesehatan atau medis. Jika ada, maka Tgk. Amran memastikan akan langsung merekrutnya dengan status pegawai kontrak kabupaten dengan dukungan alokasi anggaran untuk pemberian insentif secara maksimal.   

Skema kedua, akan menghimpun data putra-putri gampong setempat yang telah menyelesaikan pendidikan menengah atas, yang ingin melanjutkan pendidikan bidang kesehatan akan dibiayai oleh Pemkab Aceh Selatan. Program seperti ini, kata Tgk. Amran, sebelumnya telah sukses diterapkan di Kemukiman Bulohseuma saat akses transportasi ke wilayah itu masih belum lancar.

Skema berikutnya, Pemkab Aceh Selatan melalui Dinkes akan membuka perekrutan tenaga dokter dan bidan desa status kontrak daerah dengan syarat khusus bersedia ditempatkan dan tinggal langsung di Gampong Alue Keujruen dengan dukungan pemberian insentif secara maksimal. Termasuk telah mengusulkan penempatan tenaga medis dan tenaga kesehatan program Nusantara Sehat di Pustu Alue Keujruen ke Kemenkes RI di Jakarta.

Sedangkan terkait rencana pembukaan akses jalan tembus dari Gampong Mersak ke Gampong Alue Keujruen sepanjang sekitar 9 Km, Tgk. Amran memastikan bahwa langkah ke arah itu telah mulai dijajaki oleh Pemkab Aceh Selatan. Hal ini terbukti, dalam APBK 2021 ini Pemkab Aceh Selatan telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan dan pembuatan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Karena rencana pembukaan akses jalan tembus ini harus melewati Kawasan Hutan Lindung dan TNGL, maka terlebih dahulu harus di ajukan dan diurus izin pinjam pakai lahan di sepanjang pembukaan rute jalan ke kementerian terkait di Jakarta. Artinya bahwa program ini sedang dalam proses, mudah-mudahan mendapat persetujuan dari instansi berwenang,” kata Tgk. Amran, sembari meminta kepada Keuchik Alue Keujruen agar pro-aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pejabat terkait dijajaran Pemkab Aceh Selatan.

“Pak keuchik harus sering-sering naik ke Tapaktuan menjumpai pejabat terkait, mengusulkan program dan mengkoordinasikan hal-hal penting yang menjadi aspirasi masyarakat. Ketika sampai di Tapaktuan jangan segan-segan singgah di pendopo bupati bahkan bisa langsung menginap di pendopo, saya pastikan tersedia kamar untuk pak keuchik,” ujar Tgk. Amran yang langsung disambut tepuk tangan masyarakat.

Diapresiasi Tercepat Salurkan DD Tahap I 2021

Pada kesempatan itu, Tgk. Amran mengapresiasi kesungguhan dan kinerja terbaik keuchik bersama seluruh perangkat gampong setempat. Betapa tidak, ditengah segala keterbatasan yang ada tapi Gampong Alue Keujruen bersama gampong-gampong lainnya di Kecamatan Kluet Tengah berhasil mencairkan dana desa (DD) tahap I tahun 2021 tercepat se-Indonesia hingga mendapat apresiasi langsung dari Mendes PDTT dan Gubernur Aceh.

“Luar biasa semangat kerja keuchik bersama seluruh perangkat gampong di sini, meskipun mengalami berbagai keterbatasan yang ada ternyata tidak menjadi penghalang. Gampong Alue Keujruen berhasil tampil bersama gampong-gampong lainnya mengharumkan nama daerah dan masyarakat Aceh Selatan dilevel Nasional. Bahkan keberhasilan tercepat se-Indonesia mencairkan DD Tahap I tahun 2021 dilaporkan langsung oleh Mendes PDTT ke Bapak Presiden Jokowi,” ungkap Tgk. Amran memberi apresiasi.

Rangkaian kunker Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran di Gampong Alue Keujruen dilanjutkan pada Sabtu (6/3/2021) pagi dengan meninjau beberapa fasilitas infrastruktur di gampong setempat. Diantaranya, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (kincir air) yang merupakan sumber utama energi listrik yang menyuplai arus penerangan lampu ke rumah-rumah penduduk setempat serta sejumlah fasilitas infrastruktur lainnya.

“Kami juga mengunjungi Pustu dan sekolah SDN dan SMP Satu Atap Gampong Alue Keujruen. Di sekolah ini, kami melakukan pengecekan langsung proses belajar mengajar. Alhamdulilah PBM dengan menerapkan prokes Covid-19 selama ini berjalan lancar. Jumlah guru juga tersedia cukup dan dipastikan tenaga pendidiknya selalu stanby di sekolah saat jam mengajar,” ujar bupati saat diwawancarai ulang oleh TheTapaktuanPost.   

Pos terkait