Besok, Tanda Tangan Interpelasi Diserahkan Kepada Ketua DPRA

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Banda Aceh. Dijadwalkan, besok, Senin, 7 September 2020, sekira pukul 10.00 WIB, tanda tangan usulan hak interpelasi anggota DPR Aceh kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah diserahkan kepada Ketua DPR Aceh.

Informasi ini disampaikan Sekretaris Komisi V DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh (PA) Iskandar Usman Al-Farlaky kepada wartawan Minggu sore di Banda Aceh. “Ya, besok, Senin sekira pukul 10.00 WIB di ruang kerja Ketua DPR Aceh. Kami berharap rekan-rekan media dapat hadir,” ujar dia.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, pengajuan hak interpelasi ini, merupakan aspirasi yang berkembang dari anggota DPR Aceh, terkait berbagai persoalan di tubuh Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat ini.

“Benar, ini hak konstitusional kami untuk meminta berbagai klarifikasi dari Pemerintah Aceh terkait berbagai persoalan yang terjadi selama ini,” ungkap Iskandar.

Itu sebabnya, dia pun tak bisa memprediksi bila hak interpelasi tersebut nantinya akan berujung pada hak angket bahkan pemakzulan terhadap Nova. “Semua kemungkinan bisa terjadi. Sesuai tatib, syarat minimal 15 anggota. Namun, jumlah saat ini sudah 50 persen. Dan kami yakin, persoalan ini akan terus bergulir,” ujar dia.

Sebelumnya, anggota DPR Aceh mengusulkan penggunaan hak interpelasi hingga mengancam memakzulkan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Alasannya, dia lebih dua kali berturut-turut tidak menghadiri sidang paripurna.

Usulan itu disampaikan saat sejumlah anggota DPR Aceh dari lintas fraksi, kecuali Fraksi PPP dan Partai Demokrat, menginterupsi jalannya Sidang Paripurna Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun 2019. “Secara konstitusi kita akan melakukan interpelasi, bila perlu kita gulingkan Plt Gubernur di ruang ini,” tegas Irpannusir, anggota DPRA dari Fraksi PAN saat menyampaikan interupsinya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan. Ketidakhadiran Nova dalam sidang paripurna, Senin (31/8/2020) karena ada agenda kerja lain, yang harus diikuti pada waktu bersamaan dan sudah disiapkan jauh hari. Iswanto menyebut Nova bukan sengaja tidak menghadiri sidang.

“Ketidakhadiran Pak Plt pada sidang Senin kemarin bukan suatu yang disengaja, apalagi dengan maksud melecehkan lembaga DPRA. Pak Plt selalu memposisikan DPRA sebagai lembaga perwakilan rakyat dan mitra kerja yang sangat beliau hargai,” kata Iswanto pada media pers, Rabu, 2 September 2020.

Begitupun, sumber media ini di Bagian Sekretariat Dewan (Sekwan) DPR Aceh mengungkap. Sebelumnya, Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin sudah mengirim surat undangan kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Lalu dijawab Nova bahwa dia tak bisa menghadiri Sidang Paripurna Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA tahun 2019, karena alasan Covid-19 atau menghindari kerumunan massa. Tapi, pada hari yang sama, Nova justeru melantik Kepala dan Manajemen baru BPKS di aula rumah dinasnya, Blang Padang, Kota Banda Aceh.

“Jadi, kurang benar karena ada agenda kerja lain, yang harus diikuti Pak Plt waktu bersamaan dan sudah disiapkan jauh hari. Sebab, surat balasan yang disampaikan kepada pimpinan DPR Aceh justeru alasan Covid-19,” jelas seorang staf di DPR Aceh. (modusaceh.co)

Pos terkait