TheTapaktuanPost | Tapaktuan – Perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Aceh Selatan mengerucut pada satu nama. Kamalul dipastikan menjadi calon tunggal dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Aceh Selatan setelah satu-satunya bakal calon pesaingnya, Mauridi, gagal memenuhi persyaratan administrasi pencalonan.
Kondisi ini membuat Kamalul praktis tanpa pesaing dalam pemilihan ketua partai berlambang pohon beringin tersebut.
Kepastian itu muncul setelah Panitia Pengarah atau Steering Committee (SC) Musda XI Golkar Aceh Selatan merampungkan verifikasi berkas bakal calon di Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Aceh Selatan.
Ketua SC Musda XI Golkar Aceh Selatan, Aqwal, mengatakan dari dua nama yang masuk dalam proses pencalonan, hanya Kamalul yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi.
Sementara Mauridi harus tersingkir dari tahapan pencalonan lantaran berkas yang diserahkan tidak memenuhi ketentuan organisasi. Salah satu dokumen yang tidak dilengkapi adalah sertifikat pendidikan dan latihan kader Partai Golkar.
“Salah satu poin yang tidak dilengkapi oleh Saudara Mauridi adalah tidak adanya sertifikat latihan kader Partai Golkar,” kata Aqwal, kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (19/10/2026).
Menurut Aqwal, sertifikat tersebut merupakan salah satu persyaratan wajib bagi bakal calon ketua sebagaimana diatur dalam petunjuk pelaksanaan (Juklak) Partai Golkar Nomor 02.
Dengan tidak terpenuhinya persyaratan tersebut, panitia tidak dapat meloloskan Mauridi ke tahap penetapan calon.
Sebaliknya, Kamalul dinyatakan memenuhi seluruh ketentuan administrasi sehingga ditetapkan sebagai satu-satunya calon yang berhak mengikuti pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Aceh Selatan.
Keputusan itu dituangkan dalam Surat Keputusan SC Nomor 01/SC/MUSDA KE XI/AS/X/2026 tentang Penetapan Calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Aceh Selatan pada Musda XI Tahun 2026.
Penetapan calon tunggal tersebut membuka peluang besar bagi Kamalul untuk memimpin kembali Golkar Aceh Selatan. Meski demikian, keputusan akhir mengenai kepemimpinan partai tetap berada dalam forum Musda sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi.
Musda XI Golkar Aceh Selatan dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/10/2026), dengan agenda utama menentukan kepemimpinan DPD Partai Golkar Aceh Selatan untuk periode berikutnya.
