TheTapaktuanPost | Trumon. Ratusan kendaraan roda empat maupun roda dua terjebak macet parah di lintasan jalan alternatif (jalan elak) Gunung Kapur, tepatnya jalur lintasan Jalan Pinto Angen, yang menghubungkan Gampong Panton Bili, Kecamatan Trumon dengan Seulekat, Bakongan Timur akibat terhalang batu berukuran besar jatuh ditengah badan jalan.
Mantan Keuchik Gampong Panton Bili, Usman Pari alias Keuchik Bit, mengatakan, ratusan kendaraan yang melaju baik dari arah Medan menuju Banda Aceh maupun sebaliknya sesampai di Gunung Kapur Trumon terpaksa memutar arah melalui jalur alternatif (jalan elak) karena terjadi tumpahan minyak CPO sehingga tak bisa dilalui.
“Satu-satunya jalur alternatif (jalan elak) yaitu Jalan Pinto Angen dari Gampong Panton Bili Trumon tembus Gampong Seulekat Bakongan Timur,” kata Keuchik Bit kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa (9/12/2025).
Namun, jalur alternatif (jalan elak) yang dilalui juga mengalami hambatan parah, akibat jatuhnya batu berukuran raksasa (besar) dipinggir jalan yang nyaris menutupi total permukaan badan jalan. Batu raksasa tersebut ambruk ke badan jalan akibat longsor pasca wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (25/11/2025) lalu, yang juga disusul terjangan banjir di beberapa kecamatan.
“Batu besar tersebut sangat menyulitkan kendaraan roda empat khususnya yang berbadan besar untuk melintas. Sebab nyaris menutupi total badan jalan yang bersisian dengan jurang terjal disampingnya,” kata Keuchik Bit.
Akibatnya, jalur lintasan alternatif (jalan elak) tersebut mengalami macet parah. Ratusan kendaraan roda empat maupun roda dua dari kedua arah terlihat mengantri hampir sepanjang 1 Km dari kedua arah.
“Banyak kendaraan berbadan besar seperti mobil penumpang Hiace dari Banda Aceh menuju arah Subulussalam terpaksa putar balik karena tak bisa lewat. Kondisi ini sungguh sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Keuchik Bit mengatakan, pasca terjadi longsor yang menutupi total badan jalan beberapa waktu lalu, Pemkab Aceh Selatan melalui BPBD memang telah mengerahkan alat berat jenis loder membersihkan material tanah longsor diatas badan jalan.
Namun, keberadaan batu besar tersebut tak mampu diatasi oleh alat berat jenis loder sehingga masih berada dilokasi belum berhasil dipindahkan. Karena itu, untuk kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas pihaknya meminta kepada BPBD Aceh Selatan segera mengerahkan alat berat jenis excavator (beko) untuk mengangkat batu besar tersebut di lokasi.
“Jikapun tak ada alat berat beko, BPBD Aceh Selatan hanya cukup menyediakan biaya sewa atau biaya minyak saja, sebab di wilayah Trumon ini banyak tersedia alat berat beko,” kata Keuchik Bit.
Dikonfirmasi terpisah,Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan, H. Zainal mengatakan, pihaknya telah membersihkan material tanah longsor di jalur lintasan jalan Pinto Angen menggunakan loder. Sedangkan terkait batu besar, harus menggunakan alat berat excavator.
“Batu besar tersebut InsyaALLAH tetap akan kita pindahkan, namun kita tunggu dulu setelah situasi bencana alam dan cuaca normal. Sebab saat ini kita masih fokus pada bencana banjir di wilayah Trumon Raya. Karena kondisi sekarang tiba-tiba air naik seperti kemarin di Gampong Lhok Raya,” kata H. Zainal.
“Iya, kondisi cuaca masih berpotensi hujan, jika sudah kondusif cuaca cerah, semua yang ditimbulkan akibat bencana secara darurat pemerintah daerah akan menindaklanjuti,” tambahnya.
