TheTapaktuanPost | Bakongan — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gampong Ujung Mangki dan Gampong Drien, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, belum juga terkendali. Memasuki hari keenam, Rabu (2/9/2026), api masih berkobar di Gampong Ujung Mangki dan telah menghanguskan sekitar 19 hektare lahan di dua gampong tersebut.
Laporan Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan yang diterima Rabu malam pukul 20.01 WIB menyebutkan, Karhutla mulai terjadi sejak Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Dari total luas lahan yang terbakar, sekitar 12 hektare berada di Gampong Ujung Mangki. Hingga Rabu malam, petugas baru berhasil mengendalikan sekitar 20 persen area yang terbakar. Asap masih mengepul dari sejumlah titik, sementara api belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Kondisi tersebut membuat petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman, pendinginan dan penyisiran. Langkah itu dilakukan untuk memburu titik api sekaligus mencegah bara kembali memicu kebakaran.
Sementara itu, di Gampong Drien, sekitar 7 hektare lahan dilaporkan terbakar. Api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan 100 persen. Namun, petugas tetap melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang tersisa.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Mudatsir ZA, mengatakan penanganan Karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Damkarmat PB WMK 05 Bakongan, TNI, Polri, TNGL Resort Bakongan, KPH Bakongan hingga masyarakat.
“Dukungan personel juga datang dari Damkar PB 01 Tapaktuan dan Damkar PB 07 Sawang,” kata Mudatsir ZA.
Untuk mempercepat pemadaman, petugas mengoperasikan empat unit mesin jinjing, tujuh roll selang dan dua unit mesin pompa milik masyarakat. Kendaraan operasional roda dua dan roda empat juga dikerahkan untuk mendukung mobilisasi personel dan peralatan.
Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Lokasi kebakaran berada sekitar 4 kilometer dari Jalan Nasional, sedangkan ketersediaan sumber air di sekitar lokasi terbatas.
Tiupan angin dan cuaca panas turut menjadi tantangan karena membuat api lebih mudah menjalar. Kondisi ini memaksa petugas melakukan pemadaman dan penyisiran secara berulang.
Terkait penyebab kebakaran, BPBD masih melakukan pemantauan. Sejumlah titik panas terpantau melalui aplikasi LAPAN dan SIPONGI. Namun, sumber api dan penyebab pasti Karhutla belum diketahui.
BPBD Aceh Selatan bersama TNI, Polri, TNGL, KPH dan masyarakat terus melakukan pemadaman, pendinginan, penyisiran serta pemantauan di lokasi.
Hingga Rabu malam, perjuangan memadamkan Karhutla di Ujung Mangki masih berlanjut. Api belum sepenuhnya terkendali, sementara area terbakar terus dalam pengawasan petugas untuk mencegah kebakaran meluas.
