TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Dunia lebih mengenal rencong sebagai senjata tajam yang digunakan masyarakat Aceh zaman dulu berjuang mengusir penjajah Belanda di masa sebelum kemerdekaan.
Saat ini rencong dikenal sebagai Cenderamata khas, oleh-oleh wajib dari Aceh. Siapa sangka berawal dari pelaksanaan kuliah praktek manufaktur di Program Studi Teknik Industri Kampus Politeknik Aceh Selatan (Poltas), hingga munculnya sebuah mahakarya yang sekarang sedang menjadi buah bibir di tengah masyarakat Aceh Selatan.
Asbahrul Amri, Dosen Mata kuliah Manufaktur Teknik Industri Politeknik Aceh Selatan kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (5/7/2020) mengutarakan biasanya rencong terbuat dari logam, namun ditangan seorang mahasiswa Politeknik Aceh Selatan (Poltas) rencong dibuat dengan menggunakan bahan batu marmer.
Asbahrul Amri mengatakan rencong batu yang terbuat dari batu marmer tersebut pertama sekali dikenalkan ke publik oleh pihak Poltas, merupakan hasil karya Aidil Yusmar Telaum Banua, seorang mahasiswa kampus kebanggaan masyarakat Aceh Selatan itu, yang diserahkan sebagai hasil tugas prakteknya.
“Melihat hasil karya yang memukau ini, saya langsung menunjukkan hasil karya tersebut kepada Direktur Poltas. Saat itu direktur sangat mengapresiasi karya tersebut dengan menjadikan pembuatan rencong batu sebagai bagian dari kegiatan inkubator bisnis Poltas,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan produksi rencong batu yang rutin, selanjutnya pihak Poltas menganalisa dan menentukan tahapan proses pembuatan rencong batu dengan memanfaatkan informasi dari berbagai pengrajin batu di Aceh. Sehingga lahirlah SOP/metode pembuatan rencong batu.
“Dengan metode ini setiap mahasiswa mampu memproduksi rencong batu dengan baik dan tergolong sempurna,” ujarnya.
Asbahrul Amri menyatakan rencong batu ini pertama sekali diserahkan kepada kepala daerah, Tgk. Amran yang saat itu masih menjabat sebagai Plt. Bupati Aceh Selatan, bertepatan saat berlangsungnya perayaan Dies Natalis Politeknik Aceh Selatan ke 9.
Dalam sambutannya saat itu, Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc meminta kepada Plt. Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran, agar rencong batu dijadikan sebagai cenderamata resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kepada tamu-tamu istimewa dan khusus yang berkunjung ke daerah yang terkenal dengan legenda Tapak Tuan Tapa tersebut.
Bak gayung bersambut, atas perintah Plt. Bupati Tgk. Amran saat itu melalui Dinas Pariwisata Aceh Selatan mengusung rencong batu tersebut dalam festival Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2020 untuk kategori Cenderamata.
“Alhamdulillah, berdasarkan penilaian dewan juri, rencong batu bersama cabang olah raga surfing samadua berhasil menjadi nominator di ajang bergengsi kepariwisataan nasional tersebut untuk kategori Cenderamata dan wisata air,” ujarnya dengan rawut muka gembira.
Tentunya, ia berharap peluang emas ini dapat dimanfaatkan oleh segenap masyarakat Aceh Selatan dan masyarakat Aceh secara umum untuk mendukung dua potensi wisata unggulan ini agar mampu menjadi juara di ajang festival anugerah pesona Indonesia tahun 2020.
Sementara itu, Direktur Politeknik Aceh Selatan (Poltas), Dr Muhammad Yasar STP MSc menyatakan pihaknya mengapresiasi kerja keras Dinas Pariwisata sehingga daerah itu berhasil mengirimkan dua potensi wisata unggulannya masuk nominator API tahun 2020. Yaitu kategori Cenderamata Rencong Batu dan kategori Wisata Air Surfing Samadua.
“Alhamdulillah, Aceh Selatan mampu masuk nominasi untuk dua kategori tersebut. Atas kerja keras dan prestasi ini, kita patut mengapresiasi kinerja Dinas Pariwisata Aceh Selatan,” tegasnya.
Selain Dinas Pariwisata, lanjut M Yasar, apresiasi teristimewa juga patut diberikan kepada Mahasiswa Teknik Industri Politeknik Aceh Selatan Aidil Yusmar atas ide kreatifnya di bawah bimbingan dosen yang kreatif, telah melahirkan maha karya rencong batu yang mendapat tempat dalam penilaian dewan juri sebagai nominator API tahun 2020. Termasuk kepada pihak media massa yang telah mengangkat produk ini ke permukaan.
“Mari kita dukung bersama agar Pariwisata Aceh Selatan terus tumbuh, berkembang dan maju. Semoga kita semua dapat memberi dukungan penuh terhadap kemajuan Pariwisata Aceh Selatan,” ajaknya, seraya menginformasikan bahwa tahapan berikutnya periode pemungutan juara 1 Agustus – 31 Desember 2020, promosi dan sosialisasi Juli-Des 2020, terakhir malam Anugerah API Award tahun 2020 akan berlangsung di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan pada Februari 2021 mendatang . [] NB
Berawal dari Tugas Praktek Mahasiswa Poltas, Rencong Batu Tembus Nominasi API Award 2020
