IMAS Lhokseumawe Gelar Temu Ramah Dengan Mahasiswa Baru

TheTapaktuanPost | Lhokseumawe. Ikatan Mahasiswa Aceh Selatan (IMAS) di Lhokseumawe – Aceh Utara menggelar temu ramah dengan mahasiswa baru asal daerah penghasil pala angkatan tahun 2019, di Pantai Pelabuhan Krueng Geukuh PT. Pelindo Aceh Utara, Sabtu (26/10/2019).

Temu ramah yang mengangkat tema “Ikat kebersamaan, buang perbedaan, tingkatkan keakraban , untuk IMAS saboh jalan” tersebut digelar untuk meningkatkan solidaritas dan rasa persatuan ditanah perantauan negeri Pasee tempat mereka menuntut ilmu.

“Kami sengaja memilih tema ini agar para mahasiswa baru yang tergabung dalam IMAS, memahami dan mampu menyelaraskan arah organisasi dalam satu tujuan bersama. Juga untuk memberitahukan bahwa kesuksesan sebuah organisasi itu akan tercapai jika dipupuk berlandaskan rasa kekeluargaan dan kebersamaan,” kata Ketua Panitia Temu Ramah IMAS Lhokseumawe, Annas melalui keterangan tertulis yang diterima TheTapaktuanPost, Minggu (27/10/2019) .

Menurutnya, selama ini banyak ditemukan para mahasiswa sudah lupa akan organisasi daerahnya dan kurangnya kesadaran serta partisipasi mahasiswa akan manfaat dalam berorganisasi daerahnya sendiri sehingga inilah yang sedang kami perbaiki.

“Kita perlu memperbaiki masalah yang kerap sekali terjadi, ya itulah mahasiswa yang tidak pernah memberikan kontribusi kepada daerahnya masing-masing, dan insyallah saya bersama kawan – kawan mencoba memperbaiki melalui acara yang telah kami gelar tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum IMAS Lhokseumawe – Aceh Utara, Rio Syahrany menyatakan pihaknya sangat berharap kepada para mahasiswa khususnya yang tergabung dalam IMAS agar bisa menjadi mahasiswa yang kritis serta memberi kontribusi positif terhadap perkembangan pembangunan daerah.

“Banyak sekali masalah yang terjadi di kabupaten kita, dan hal ini tidak akan pernah terselesaikan dengan baik jika bukan Mahasiswa (kita) yang mengadvokasi sembari memberikan solusi positif,” tandas Rio.

Ia mengatakan, pada dasarnya mahasiswa dibentuk dan dipupuk untuk menjadi orang yang berguna bagi sesama bukan berarti tidak berguna bagi daerah dan negara. “Maka dari itu dimulai dari acara temu ramah ini saya mengajak seluruh mahasiswa baru yang tergabung dalam IMAS agar lebih memperhatikan perkembangan daerah kita. Kalau baik kita berikan apresiasi, kalau buruk kita sampaikan kritikan yang sifatnya membangun,” ucap Rio.

Dalam kesempatan itu, Rio juga turut memberikan sedikit pengelaman dan mengenalkan organisasi yang sedang dipimpinnya saat ini.

Acara ini dihadiri oleh senior, demisioner IMAS dan keluarga besar mahasiswa Aceh Selatan di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Serta para masyarakat asal Aceh Selatan yang berdomisili di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.