Bongkahan material tanah longsoran dari atas gunung menghantam dua unit rumah penduduk di Dusun Gunung Durian, Gampong Lhok Bengkuang Timur, Kota Tapaktuan. Rumah yang berada persis dibawah badan jalan yang longsor tersebut masing – masing milik Hablul dan Kaspudin.
Warga korban, Kaspudin, menceritakan saat wilayah itu sedang diguyur hujan lebat pada pukul 23.00 WIB malam, perlahan-lahan sudah mulai jatuh bongkahan tanah material longsoran badan jalan diatas gunung yang berada persis dibelakang rumahnya.
Saat itu, ia mengaku sudah mulai mengevakuasi anak-anak dan istrinya ke rumah tetangga karena memprediksi bakal terjadi tanah longsor.
“Tepat sekitar pukul 24.00 WIB malam, langsung terdengar suara hantaman keras dibagian dapur rumah saya. Hampir seluruh bagian dapur dan ruang makan hancur tertimbun longsor,” ungkap Kaspudin.
Ia dibantu para warga dan petugas BPBD Aceh Selatan yang diterjunkan langsung pada malam itu berupaya menyelamatkan sejumlah peralatan rumah tangga dengan cara diangkut keluar rumah.
“Jika hujan lebat kembali mengguyur tak tertutup kemungkinan kembali mengakibatkan terjadi tanah longsor lebih parah. Jika hal itu kembali terjadi bisa meratakan seluruh isi rumah kami. Makanya barang-barang yang ada segera kami keluarkan dari dalam rumah,” sebutnya.
Pria yang menjabat Kepala Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Bakongan tersebut mengaku, sejak semalam ia bersama keluarga telah mengungsi dibangunan bekas Kantor Polisi Hutan (Polhut) di Gampong Pasar, Kota Tapaktuan.
“Berdasarkan arahan Kepala KPH wilayah VI Subulussalam, pak Irwandi. Beliau menyarankan saya agar menempati bangunan bekas Kantor Polhut untuk sementara waktu,” ujarnya.
Kondisi serupa juga dialami Hablul, PNS Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan. Rumahnya yang berkontruksi permanen juga menjadi korban akibat dihantam tanah longsor Senin malam. Bagian dapur rumah tersebut juga porak-poranda seperti dialami tetangganya, Kaspudin.
Hablul bersama keluarganya juga sejak Senin malam telah mengungsi ke rumah tetangganya di Dusun Gunung Durian.
Pantauan wartawan dilokasi pada Selasa (16/10/2018), pihak BPBD Aceh Selatan telah mengerahkan satu unit alat berat beko membersihkan tumpukan material tanah yang menimbun bagian dapur dua unit rumah penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan tanah longsor masih terus berlangsung.
Kaspudin, warga korban mengatakan sejak mereka membangun rumah dilokasi itu belum pernah terjadi tanah longsor meskipun gunung dibelakang rumah mereka menjulang tinggi. Tapi pasca dilakukan pembukaan jalan menuju Puncak Gemilang, kawasan itu sudah rawan longsor karena tak dibangun tanggul untuk menahan material tanah sisa pembukaan jalan.
“Kami mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan melalui dinas teknis segera mengambil kebijakan untuk menyelamatkan puluhan rumah penduduk di wilayah ini,” pungkasnya.
