Hari ke-4 Pencarian, 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal di Anak Krakatau Belum Ditemukan

TheTapaktuanPost | Jakarta — Tim SAR gabungan masih mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Memasuki hari keempat pencarian, sebanyak 13 kapal dikerahkan untuk menyisir sejumlah sektor pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan operasi pencarian melibatkan lebih dari 300 personel yang tersebar di sejumlah titik, termasuk posko gabungan.

Bacaan Lainnya

“Semua sektor kita lakukan pencarian berdasarkan data BMKG yang kami dapatkan,” kata Amrad di Posko Gabungan SAR, Carita, Pandeglang, Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, kondisi cuaca pada Kamis pagi relatif mendukung dengan keadaan cerah berawan. Namun, perubahan cuaca dan jarak pandang tetap menjadi perhatian dalam proses pencarian.

“Mudah-mudahan sampai sore hari cerah berawan. Karena itu sangat mengganggu visibility apabila ada perubahan,” ujarnya.

Pencarian melalui udara juga masih mempertimbangkan kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau. Sehari sebelumnya, helikopter telah dikerahkan untuk melakukan penyisiran, tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Amrad mengatakan pencarian melalui udara dilakukan hingga wilayah pesisir Carita dengan ketinggian sekitar 15.000 hingga 25.000 kaki.

Sebelumnya, Tim SAR menemukan sebuah life jacket dan pelampung botol di sekitar wilayah Anyer. Namun, petugas belum dapat memastikan kedua benda tersebut berkaitan dengan kapal yang ditumpangi para jurnalis.

“Dari semua hasil ini, yang kita temukan ada life jacket dan pelampung botol. Selebihnya dari enam sektor ini masih nihil,” kata Amrad.
Pemilik Kapal Pastikan Life Jacket Bukan Milik Arupadhatu 1

Pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, memastikan jaket pelampung yang ditemukan tim SAR bukan perlengkapan yang berasal dari kapalnya.

Kepastian itu diperoleh setelah dirinya berkoordinasi dengan kapten kapal.

“Tadi konfirmasi ke kapten II, bukan punya Arupadhatu 1 katanya,” kata Sandi.

Menurut Sandi, terdapat perbedaan warna antara jaket pelampung yang ditemukan dengan perlengkapan keselamatan yang tersedia di Arupadhatu 1. Jaket yang ditemukan berwarna jingga atau oranye, sementara jaket di kapal tersebut berwarna merah dan hijau terang.

Hingga hari keempat operasi, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut masih belum diketahui. Tim SAR memastikan pencarian terus dilakukan dengan mengacu pada perkembangan cuaca dan data yang diperoleh dari BMKG.

Pos terkait