TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Selatan menyatakan, proses pendistribusian logistik pemilu ke wilayah terpencil dan terisolir di daerah itu membutuhkan perlakuan khusus dan harus dipercepat satu hari.
“Kita menghadapi sedikit kendala dan hambatan dalam mendistribusikan logistik ke wilayah terpencil dan terisolir, sehingga harus membutuhkan perlakuan khusus,” kata Ketua KIP Aceh Selatan, Saiful S.E kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa (16/4/2019).
Ada dua kecamatan di Aceh Selatan terdapat wilayah terpencil dan terisolir yakni Desa Alue Keujruen dipedalaman Menggamat Kecamatan Kluet Tengah dan Kemukiman Bulohseuma, Kecamatan Trumon.
Satu-satunya sarana transportasi untuk menuju ke Desa Alue Keujrun harus menggunakan perahu Robin mengarungi arus sungai krueng kluet yang deras dengan masa tempuh perjalanan antara 3-4 jam.
“Karena mengalami kesulitan menuju ke wilayah itu, maka proses pendistribusian logistik pemilu dari gudang logistik PPK di kantor camat harus dipercepat satu hari,” kata Saiful.
Perlakuan khusus lainnya dalam pendistribusian logistik ke wilayah tersebut adalah seluruh kotak suara bersama seluruh perlengkapan pemungutan suara, luar dalam harus dibalut dengan plastik secara berlapis-lapis.
Hal itu dilakukan untuk mencegah agar kotak suara tidak rusak jika sewaktu-waktu perahu Robin yang ditumpangi terbalik ke sungai. Termasuk mengantisipasi kondisi tak terduga karena di wilayah pedalaman Menggamat yang berada persis di kaki Gunung Leuser tersebut sering tiba-tiba diguyur hujan meskipun di wilayah pusat ibu kota Kluet Tengah tidak hujan.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak seluruh logistik pemilu ke wilayah terpencil itu, termasuk ke Kemukiman Bulohseuma saat ini telah sampai ke lokasi. Logistik itu disimpan di masing-masing kantor kepala desa,” ungkap Saiful.
Subuh Didistribusikan ke TPS
Dalam kesempatan itu, Ketua KIP Aceh Selatan Saiful S.E juga menyatakan bahwa, pihaknya telah menyelesaikan proses pendistribusian seluruh logistik Pemilu ke 18 kecamatan.
Seluruh logistik ini disimpan di gudang logistik PPK di masing-masing kantor camat dan baru pada Rabu (17/4) subuh di distribusikan ke masing-masing TPS.
“Seluruh logistik kami pastikan saat ini telah berada digudang logistik PPK di masing-masing kantor camat. Kecuali untuk daerah terpencil dan terisolir saja yang logistiknya pada hari ini sudah berada di PPS yang disimpan dikantor kepala desa,” kata Saiful.
Disebutkan bahwa, proses pendistribusian sebanyak 3.295 kotak suara bersama seluruh perlengkapan pemungutan suara yang didistribusikan ke 659 TPS tersebut berlangsung selama dua hari.
Iring-iringan mobil truk membawa logistik pemilu pada hari pertama Senin (15/4) langsung dilepas secara resmi oleh Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono ST. Proses pendistribusian logistik pemilu pada hari pertama ini khusus dari Kecamatan Pasie Raja sampai Trumon Timur.
Kemudian pada hari kedua Selasa (16/4) pendistribusian logistik mulai dari Kecamatan Tapaktuan sampai Labuhan Haji Barat.
“Proses pendistribusian logistik Pemilu ini mendapat pengawalan ketat dari anggota Polres, Brimob dan Kodim 0107 bersenjata lengkap. Alhamdulillah tidak ada hambatan dan seluruh logistik saat ini dipastikan telah sampai ke tujuan,” ungkap Saiful.
Pihaknya, lanjut Saiful, menyatakan telah siap menggelar Pemilu serentak Pilpres dan Pileg tahun 2019 di daerah itu pada Rabu 17 April. Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat yang sudah terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Aceh Selatan sebanyak 156.426 orang, datang ke masing-masing TPS guna memberikan hak suaranya secara bebas tanpa ada paksaan.
“Kami minta kepada masyarakat jangan golput dan jangan mudah terpancing dengan berita hoax. Jika ada caleg atau timsesnya melakukan politik uang membeli suara segera laporkan ke Panwaslih dan polisi. Mari kita sukseskan Pemilu serentak 2019 di Aceh Selatan secara aman, lancar dan berintegritas,” pungkas Saiful.
