Objek Wisata Gua Kalam, Surga Tersembunyi di Tapaktuan Yang Melegenda

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Gua Kalam yang terletak di Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menyimpan pesona tersembunyi. Keindahan alamnya yang masih alami serta nuansa petualangan menjadikan lokasi ini kian menarik perhatian wisatawan.

Tak hanya menawarkan panorama eksotis, Gua Kalam juga sarat dengan nilai legenda. Masyarakat setempat meyakini gua ini sebagai tempat bertapanya sosok legendaris Tuan Tapa, sekaligus dikaitkan dengan kisah Putri Naga yang menambah daya tarik mistis bagi para pengunjung.

Bacaan Lainnya

Setiap wisatawan yang datang ke Gua Kalam memiliki pengalaman tersendiri. Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari petualangan, mulai dari akses yang menantang hingga sensasi menjelajahi bagian dalam gua yang gelap dengan aliran air jernih.

Salah seorang pengunjung, Reni, membagikan pengalamannya saat berkunjung bersama rekan-rekannya. Ia menyebut Gua Kalam memiliki pesona keindahan yang luar biasa dan berbeda dari destinasi wisata lainnya.

“Untuk sampai ke Gua Kalam, kami harus menyeberangi Sungai Lubuk Simerah dan melewati bebatuan besar. Perjalanannya cukup menantang, tapi justru itu yang membuatnya terasa seperti wisata petualangan,” ujarnya.

Meski harus melalui medan yang cukup sulit, Reni mengaku puas setelah berhasil mencapai dan masuk ke dalam gua. Suasana sejuk, gemericik air yang jernih, serta keheningan alam menciptakan rasa tenang dan pengalaman yang tak terlupakan.

Ia pun berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap akses menuju lokasi, tanpa mengurangi keaslian alam yang menjadi daya tarik utama Gua Kalam.

“Kami berharap ada jalan setapak agar lebih mudah dijangkau. Namun, kondisi gua tetap harus dijaga alami karena itulah yang membuatnya istimewa,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Selatan melalui Kepala Dinas Pariwisata, Muchsin, ST, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pembenahan destinasi wisata berbasis legenda secara bertahap, sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.

“Di saat yang sama, kami juga aktif mengusulkan dukungan kepada pemerintah provinsi dan pusat melalui berbagai program pembangunan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah destinasi yang berkaitan dengan legenda Tapaktuan, seperti Gua Kalam di Desa Jambo Apha, Batu Sisik Naga di Bukit Batu Merah Lhok Bengkuang Timur, serta Air Terjun Tingkat Tujuh di Batu Hitam, akan dikembangkan secara terintegrasi.

“Ke depan, destinasi ini akan dikemas dalam satu paket wisata legenda Tapaktuan, sehingga wisatawan dapat menikmati rangkaian lokasi yang sarat nilai sejarah dan cerita rakyat,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan kawasan wisata tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari instansi terkait seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta PUPR, khususnya dalam peningkatan akses dan infrastruktur.

Selain itu, pembangunan fasilitas pendukung seperti MCK dan mushala juga menjadi prioritas guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Dengan pesona alam yang autentik serta balutan cerita legenda yang kuat, Gua Kalam dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Aceh Selatan.

Pengelolaan yang tepat diharapkan mampu membuka akses wisata tanpa mengorbankan keasrian alam yang menjadi daya tarik utamanya.

Pos terkait