TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Bursa calon Ketua DPD II KNPI Aceh Selatan semakin menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Salah satu nama yang kini mencuri perhatian adalah Zahabi, kader Partai Aceh yang juga dikenal sebagai sosok orang dekat dengan Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf alias Mualem.
Zahabi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua KNPI Aceh Selatan apabila mendapat dukungan dari Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Pengurus Kecamatan (PK) KNPI yang memiliki hak suara dalam Musda mendatang.
“Jika dipercaya oleh OKP dan PK KNPI, saya siap mengemban amanah untuk membesarkan KNPI Aceh Selatan sebagai rumah bersama pemuda,” ujar Zahabi kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (10/6/2026).
Mantan Geuchik Gampong Drien, Kecamatan Bakongan itu menegaskan, KNPI harus kembali menjadi organisasi yang aktif, progresif, dan mampu menjadi wadah pemersatu seluruh elemen pemuda tanpa memandang latar belakang organisasi maupun kelompok tertentu.
Menurutnya, pemuda Aceh Selatan memiliki potensi besar yang perlu difasilitasi melalui program-program pengembangan kapasitas, kewirausahaan, kepemimpinan, dan pemberdayaan sosial.
“KNPI harus hadir sebagai ruang kolaborasi, tempat lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan kepemudaan di daerah,” katanya.
Zahabi mengaku telah membangun komunikasi dengan sejumlah OKP, tokoh pemuda, dan berbagai pihak guna menyerap aspirasi terkait arah organisasi ke depan. Ia juga menilai Musda KNPI tahun ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali peran strategis organisasi dalam mendukung pembangunan Aceh Selatan.
Sejauh ini, kontestasi Musda KNPI Aceh Selatan diperkirakan berlangsung kompetitif. Selain Zahabi, sejumlah nama lain yang disebut-sebut bakal maju antara lain Firauza Haldin, anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Demokrat, Misri serta Mitra Saputra. Sosok ketiganya dikenal orang dekat dengan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan yang berpotensi akan di tantang oleh Zahabi, orang dekatnya Mualem.
Musda KNPI Aceh Selatan sendiri merupakan agenda penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi kepemudaan terbesar di daerah tersebut untuk periode mendatang. Banyak pihak berharap forum tersebut mampu melahirkan figur pemimpin yang visioner, mampu merangkul seluruh elemen pemuda, serta membawa KNPI kembali berperan aktif dalam pembangunan daerah.
