TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Selatan menggelar seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sasta Siswa Nasional (FLS3N) tahun 2026, untuk menjaring bibit atlet yang akan mewakili daerah itu ke tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
Kegiatan yang berlangsung di SDN Unggul Tapaktuan itu dibuka oleh ND Plt. Kadisdikbud Aceh Selatan yang juga Kabid GTK, Fitria Sastri SE,M.Si pada Sabtu (16/5/2026).
Dalam sambutannya, Fitria Sastri mengatakan, kegiatan seleksi O2SN dan FLS3N tersebut merupakan panggung bagi siswa untuk menunjukkan bahwa putra-putri Aceh Selatan mampu bersaing dan memiliki mental pemenang dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya daerah.
Kepada siswa yang mengikuti seleksi O2SN, Fitria Sastri meminta agar menjadi petarung yang tangguh dengan bertanding secara jujur dan sportif (fair play) untuk membawa nama harum daerah dilevel provinsi dan nasional.
“Menang itu membanggakan, namun bermain secara sportif adalah jauh lebih terhormat,” pesannya.
Demikian juga kepada siswa yang mengikuti seleksi FLS3N, Fitria Sastri meminta agar mampu mengekspresikan keindahan budaya Aceh Selatan lewat seni dan sastra.
“Kalian adalah penjaga identitas bangsa ditengah gempuran tekhnologi informasi zaman modern. Kalah dan menang adalah hal biasa dalam berkompetisi, namun keberanian kalian tampil hari ini adalah kemenangan sesungguhnya,” ujar Fitria, seraya berpesan kepada dewan guru agar terus membimbing para siswa dengan penuh kesabaran dan ketekunan agar menjadi sosok penerus estafet kepemimpinan daerah yang handal dan berdaya saing ke depannya.
Sebelumnya, Ketua panitia yang juga Kabid Pembinaan SD Disdikbud Aceh Selatan, T. Rismarjon S.Pd melaporkan, peserta lomba merupakan para pemenang juara 1 setiap cabang lomba hasil seleksi ditingkat kecamatan yang sudah terdaftar pada website ajang talenta tahun 2026.
Dari ratusan orang peserta seleksi tingkat kecamatan berasal dari 206 SD se-Aceh Selatan, akhirnya terjaring sebanyak 250 orang yang berhak mengikuti seleksi tingkat kabupaten.
Adapun cabang yang diperlombakan untuk FLS3N yakni Fantomim, Seni Tari, Kriya, Mendongeng, Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, dan Menulis Cerita. Sedangkan untuk lomba O2SN yakni, Pencak Silat, Kids Atletic, Senam, Renang dan Bulu Tangkis.
“Peserta yang memperoleh peringkat juara 1 di tingkat kabupaten berhak mengikuti lomba ketingkat selanjutnya yaitu ke tingkat provinsi,” kata T. Rismarjon.
