TheTapaktuanPost | Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, resmi melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) serta delapan pejabat administrator atau eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (8/10/2026) sore.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di Hall Pendopo Bupati Aceh Selatan, Tapaktuan, tersebut menjadi bagian dari penataan birokrasi sekaligus penguatan struktur organisasi pemerintahan daerah.
Dalam pelantikan itu, sejumlah pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) kini dipercaya menduduki jabatan definitif, termasuk pada sejumlah organisasi perangkat daerah yang memiliki peran strategis dalam pelayanan publik dan pembangunan.
Bupati Mirwan menegaskan, pengisian jabatan tersebut bukan sekadar pergantian posisi ataupun pembagian kedudukan dalam struktur pemerintahan. Setiap pejabat yang memperoleh amanah harus mampu menunjukkan kinerja nyata dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial dan bukan pula hanya perpindahan kedudukan dalam struktur organisasi perangkat daerah. Pelantikan ini merupakan amanah, kepercayaan, dan tanggung jawab besar,” tegas Mirwan.
Berikut Nama 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang Dilantik:
1. Salmi, SE – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Selatan.
2. Eja Rinanda Irma, ST, MM – Kepala Dinas Sosial.
3. Renol Riandy, ST, M.Si – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
4. Suhatril, SH, M.Si – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Selatan.
5. Cut Harnailis, SP – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
6. Alimudin, SE, MM – Kepala Dinas Syariat Islam.
7. Skar Fharaby, ST, MT – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
8. Asrimaida, ST – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
9. Mudatsir ZA, SE, MM – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
10. Dedi Syafputra, SE, MM – Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan.
11. Rosita, S.Ag, M.Hum – Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Sementara itu, delapan pejabat administrator yang dilantik yakni:
1. Dheviana Masri, SE, M.Si, Ak – Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Bappeda Aceh Selatan.
2. Vera Yunida, S.Pi – Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan.
3. Asmuddin, S.IP – Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional pada Badan Kesbangpol.
4. Bery Prima Putra, S.Mn – Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas PUPR.
5. Imtar, SE – Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi pada Disdagperinkop.
6. Mulyadi, SE – Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Sumber Daya Aparatur pada Satpol PP dan Wilayatul Hisbah.
7. Hendra Sahputra, S.Pd, M.Si – Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Selatan.
8. Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Halimatussakdiah SE.
Dalam arahannya, Bupati Mirwan meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi internal, memetakan persoalan, dan menetapkan prioritas kerja di masing-masing instansi.
Ia mengingatkan agar pejabat tidak menghabiskan waktu hanya untuk menyesuaikan diri dengan jabatan baru, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.
“Segera bekerja, lakukan konsolidasi dan identifikasi persoalan. Segera susun prioritas dan tunjukkan hasil kerja yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Mirwan, pejabat pimpinan tinggi pratama memiliki tanggung jawab strategis dalam menerjemahkan visi, misi, dan kebijakan kepala daerah menjadi program pembangunan yang nyata dan terukur.
Sementara itu, pejabat administrator harus mampu memastikan seluruh kebijakan tersebut berjalan efektif hingga tingkat pelaksanaan.
Karena itu, ia meminta setiap pimpinan perangkat daerah membangun komunikasi yang baik dengan jajaran, memperkuat koordinasi lintas instansi, dan memastikan setiap program memiliki target pencapaian yang jelas.
Selain menuntut percepatan kerja, Bupati Mirwan juga menyoroti pentingnya pengawasan dan evaluasi kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Ia menegaskan bahwa setiap kepala SKPK bertanggung jawab memastikan seluruh pegawai di bawah kepemimpinannya memiliki target kerja yang terukur.
Penjabaran kinerja harus dilakukan secara berjenjang, mulai dari pimpinan hingga masing-masing pegawai.
“Setiap pegawai harus memiliki target dan hasil kerja yang jelas. Setiap pekerjaan harus dapat diukur dan setiap hasil kerja harus dapat dievaluasi,” tegasnya.
Mirwan secara khusus meminta kepala SKPK memberikan perhatian terhadap pencatatan dan penilaian kinerja ASN melalui layanan e-Kinerja yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Menurutnya, pimpinan instansi tidak boleh hanya menerima laporan tanpa mengetahui secara langsung perkembangan dan capaian kinerja bawahannya.
“Kepala SKPK harus mengetahui dan memperhatikan bagaimana kinerja bawahannya tercatat, dipantau, dan dinilai melalui layanan e-Kinerja SIASN BKN,” katanya.
Bupati Mirwan juga mendorong seluruh pejabat untuk tidak terpaku pada pola kerja yang bersifat rutin dan administratif.
Ia meminta pejabat berani menghadirkan inovasi serta mengambil langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Dalam pelaksanaan tugas, jangan ragu untuk melakukan terobosan sepanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pesannya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan seluruh jajaran pemerintahan maupun para pemangku kepentingan.
Mirwan berharap pengisian jabatan tersebut dapat memperkuat koordinasi pemerintahan sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.
Pada kesempatan itu, Bupati Mirwan turut menyampaikan penghargaan kepada para pejabat sebelumnya atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.
Ia meminta pejabat yang baru dilantik melanjutkan berbagai program yang telah berjalan baik serta melakukan pembenahan terhadap sektor-sektor yang masih membutuhkan perbaikan.
Menurutnya, pergantian pejabat harus membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas pemerintahan, dan percepatan pembangunan.
“Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai awal dari semangat baru untuk mempercepat terwujudnya pemerintahan yang efektif dan pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh Selatan,” ungkapnya.
Bupati juga mengajak seluruh jajaran ASN memperkuat kebersamaan, meningkatkan koordinasi, serta bekerja secara profesional dalam menjalankan amanah pemerintahan.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh Selatan, para asisten, staf ahli, kepala SKPK, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, serta sejumlah undangan lainnya.
