TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Satu tahun kepemimpinan Bupati Aceh Selatan H. Mirwan bersama Wakil Bupati Baital Mukadis menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan daerah. Keduanya resmi dilantik oleh Gubernur Aceh pada 17 Februari 2025, menandai dimulainya era baru bagi kabupaten yang dikenal sebagai salah satu penghasil pala terbaik di Indonesia itu.
Mengusung slogan ‘MANIS’, pasangan ini membawa visi ‘Aceh Selatan Maju, Produktif, dan Madani’. Visi tersebut diterjemahkan dalam berbagai langkah strategis sejak awal masa jabatan, dengan fokus pada peningkatan pelayanan publik, pembenahan birokrasi, serta pelaksanaan program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sejak awal kepemimpinan, pemerintah daerah mulai melakukan pembenahan di berbagai sektor. Upaya tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan kesehatan, penguatan sektor pendidikan, pengembangan pertanian dan perikanan, hingga perbaikan sistem administrasi pemerintahan.
Langkah-langkah ini diarahkan untuk mempercepat pembangunan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kurun waktu satu tahun, kepemimpinan pasangan ‘MANIS’ mulai menunjukkan arah pembangunan yang lebih terukur. Berbagai program yang sebelumnya berada pada tahap perencanaan mulai direalisasikan di tengah masyarakat, baik melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi, bantuan sosial, maupun peningkatan infrastruktur pelayanan publik.
Salah satu capaian yang menonjol pada tahun 2025 adalah keberhasilan menurunkan angka kemiskinan. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Aceh Selatan tercatat turun dari 12,02 persen pada tahun 2024 menjadi 9,89 persen pada tahun 2025, atau berkurang sebesar 2,13 persen.
Penurunan tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah penduduk miskin secara signifikan. Data menunjukkan jumlah penduduk miskin turun dari 28.785 jiwa menjadi 25.390 jiwa. Dengan demikian, sebanyak 3.395 jiwa berhasil keluar dari kategori kemiskinan dalam satu tahun terakhir.
Capaian ini menempatkan Aceh Selatan sebagai salah satu dari lima kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang berhasil menekan angka kemiskinan hingga berada pada level satu digit. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator positif terhadap efektivitas program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak.
“Penurunan angka kemiskinan ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Pemerintah terus berupaya menghadirkan program yang tepat sasaran, mulai dari bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan sektor pertanian dan perikanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong program yang berorientasi pada peningkatan produktivitas masyarakat. Selain itu, peluang ekonomi baru juga terus dibuka melalui pengembangan sektor unggulan daerah.
“Kita akan terus mendorong peningkatan produktivitas masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru, sehingga angka kemiskinan dapat terus ditekan di tahun-tahun mendatang,” tambah Bupati.
Mirwan juga menjelaskan bahwa penurunan angka kemiskinan tersebut merupakan hasil peningkatan program dan kegiatan yang menyasar masyarakat miskin. Program ini mencakup kegiatan pemberdayaan ekonomi serta perlindungan sosial yang dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.
Pelaksanaan program dilakukan dengan sasaran yang lebih tepat berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan bantuan dan program pemberdayaan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berharap tren positif ini dapat terus berlanjut. Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat akan tetap menjadi prioritas utama melalui penguatan program ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan potensi unggulan daerah.
Dengan berbagai langkah yang telah dijalankan dalam satu tahun pertama kepemimpinan, pasangan ‘MANIS’ dinilai mulai menunjukkan arah pembangunan yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah optimistis berbagai program yang telah berjalan akan memberikan dampak lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh Selatan pada tahun-tahun mendatang.
