TheTapaktuanPost | Kluet Timur – Kecelakaan mobil pikap di Gampong Pucuk Lembang, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (18/10/2026) sore, kembali memunculkan keluhan masyarakat terhadap buruknya infrastruktur jalan di kawasan tersebut. Warga mendesak pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kejadian serupa kembali terulang.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.45 WIB itu dilaporkan menyebabkan tujuh orang membutuhkan penanganan medis. Empat orang mendapat penanganan berupa pemasangan infus, sedangkan tiga lainnya mengalami luka lecet.
Para korban dilaporkan tiba di Puskesmas Paya Dapur sekitar pukul 17.30 WIB untuk mendapatkan pertolongan medis.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan lantaran akses jalan di Gampong Pucuk Lembang selama ini dikeluhkan masyarakat. Sejumlah ruas jalan masih berupa tanah dan bebatuan, dengan lubang serta genangan air di beberapa titik.
Kondisi itu dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama ketika hujan mengguyur kawasan tersebut. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan mobil pikap itu belum diketahui dan masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
Salah seorang warga, Putri, meminta Bupati Aceh Selatan, wakil bupati, dan instansi terkait tidak hanya menerima laporan mengenai kerusakan jalan, tetapi melihat langsung kondisi yang dihadapi masyarakat.
“Seharusnya bupati, wakil bupati, atau pihak terkait turun langsung memantau kondisi jalan Gampong Pucuk Lembang ini agar kecelakaan seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Putri.
Menurut warga, perbaikan jalan menjadi kebutuhan mendesak karena akses tersebut digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Sorotan terhadap kerusakan jalan Pucuk Lembang juga datang dari Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Selatan, Kamalul. Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur yang dikeluhkan masyarakat.
“Jalan di Gampong Pucuk Lembang ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Masyarakat membutuhkan akses jalan yang layak dan aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” kata Kamalul.
Ia menilai perbaikan jalan bukan semata persoalan pembangunan fisik, melainkan berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas dan keselamatan masyarakat.
Desakan serupa disampaikan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aceh, Syahrul Amin, S.Sos. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan agar kerusakan jalan tidak terus berlarut-larut.
“Kondisi jalan di Gampong Pucuk Lembang ini seharusnya segera diperbaiki, jangan dibiarkan begitu saja. Kita tentu tidak ingin kerabat maupun masyarakat lainnya menjadi korban akibat kondisi jalan yang tidak layak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegas Syahrul.
Kecelakaan tersebut kini menjadi momentum bagi warga untuk kembali menyuarakan kebutuhan perbaikan akses jalan di Pucuk Lembang.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama instansi teknis segera melakukan peninjauan lapangan, mengidentifikasi titik kerusakan, dan menentukan langkah penanganan.
Hingga berita ini ditayangkan, sejauh ini belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah daerah mengenai rencana perbaikan ruas jalan tersebut.
Bagi masyarakat Pucuk Lembang, jalan yang layak bukan sekadar fasilitas pembangunan, melainkan akses vital yang menyangkut keselamatan dan kelangsungan aktivitas sehari-hari.
