TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Proyek pengerukan jalan Nasional lintasan Banda Aceh – Medan dibawah pengelolaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh di Kabupaten Aceh Selatan mulai makan korban.
Pekerjaan proyek di Gampong Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan, dikeluhkan warga selain karena menimbulkan debu tebal dan hitam juga mengakibatkan dua pengendara mengalami kecelakaan akibat terjatuh dari kendaraannya, Sabtu (9/5/2026).
Kecelakaan tunggal tersebut disebabkan karena badan yang yang telah dikeruk sepanjang belasan meter dibiarkan begitu saja dalam jangka waktu lama tidak dilakukan pengaspalan hotmix segera.
Menyikapi kondisi mengkhawatirkan ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tapaktuan mendesak BPJN Aceh segera memerintahkan kontraktor pelaksana melakukan pengaspalan hotmix untuk menghindari jatuh korban jiwa lebih banyak lagi.
Ketua HMI Cabang Tapaktuan Muhammad Haikal mengatakan, debu yang ditimbulkan dari jalan yang belum diaspal sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para pedagang yang berada di sepanjang jalan tersebut.
Bahkan, kata Haikal, salah satu toko kelontong yang berada di pinggir jalan terpaksa menutup sementara usahanya karena barang dagangan dan area toko dipenuhi debu setiap hari.
“Akibat jalan yang dikerok lalu dibiarkan begitu saja tanpa pengaspalan, masyarakat sangat dirugikan. Debu beterbangan dan mengganggu kesehatan maupun aktivitas ekonomi warga,” kata Haikal.
Selain menimbulkan debu, kata Haikal, kondisi jalan yang tidak rata juga disebut telah menyebabkan kecelakaan lalu lintas tunggal. Dua orang dilaporkan terjatuh saat melintas di lokasi proyek tersebut.
Haikal menilai pelaksana proyek harus segera mengambil langkah cepat agar kondisi jalan tidak semakin membahayakan masyarakat dan pengguna kendaraan.
Ia meminta rekanan segera melakukan pengaspalan pada ruas jalan yang telah dikerok tersebut agar aktivitas masyarakat kembali normal dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
Selain itu, HMI Cabang Tapaktuan juga meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk turun tangan dan memberikan teguran kepada pihak rekanan agar pekerjaan proyek dilakukan secara maksimal dan tidak merugikan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4, Satker Wilayah II BPJN Aceh, Isdiardi saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026) mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan pekerjaan paket dan saat ini sudah mulai dilakukan pengaspalan jalan.
“Saat ini mereka lagi aspal (jalan) di Meukek, setelah kerja di Meukek lanjut Sawang kemudian Air Berudang dan arah Kota Fajar,” jelasnya.
Lebih lanjut, katanya, terkait keluhan debu oleh masyarakat sudah disampaikan kepada rekanan pelaksana proyek.
“Untuk keluhan debu, saya sudah sampaikan ke mereka, sudah perintahkan konsultan pengawas untuk membuat surat teguran ke kontraktornya tentang keluhan masyarakat,” pungkasnya.
