TheTapaktuanPost | Tapaktuan – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mendorong penanganan kerusakan ruas jalan Pulo Paya–Keude Trumon.
Koordinasi telah dilakukan dengan Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR Aceh untuk memastikan ruas tersebut mendapat penanganan secara bertahap dalam waktu dekat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, mengatakan ruas Pulo Paya–Keude Trumon membutuhkan rehabilitasi sepanjang sekitar enam kilometer.
Ruas tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat karena menjadi salah satu jalur penghubung di kawasan Trumon sekaligus bagian dari akses menuju wilayah Aceh Singkil.
Menurut Skar, Dinas PUPR Aceh telah melakukan survei lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan dan infrastruktur pendukung pada ruas tersebut.
Dari hasil koordinasi, penanganan awal akan diprioritaskan pada jembatan. Sementara rehabilitasi badan jalan akan disesuaikan dengan kondisi eksisting serta skema anggaran yang tersedia.
“Untuk tahun 2027, PUPR Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar pada ruas tersebut untuk penanganan jembatan,” kata Skar kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (4/10/2026).
Sedangkan rehabilitasi ruas jalan Pulo Paya–Keude Trumon direncanakan dilakukan secara bertahap pada 2027 dan 2028. Pelaksanaannya akan menyesuaikan skema Transfer ke Daerah (TKD) maupun sumber anggaran lain yang memungkinkan.
Skar menjelaskan, penanganan ruas tersebut telah masuk dalam rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi Pemerintah Aceh. Dengan masuknya ruas Pulo Paya–Keude Trumon dalam perencanaan tersebut, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Rehabilitasi jalan tersebut telah masuk dalam rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi Pemerintah Aceh,” pungkasnya.
Penanganan ruas Pulo Paya–Keude Trumon diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Trumon dan jalur menuju Kabupaten Aceh Singkil.
Kondisi ruas jalan Pulo Paya–Keude Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, yang menjadi salah satu jalur penghubung masyarakat menuju wilayah Aceh Selatan dan Aceh Singkil, jadi perhatian dan sorotan masyarakat.
Sejumlah titik di sepanjang ruas jalan tersebut mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi itu dinilai mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan risiko bagi pengendara, terutama ketika melintas pada malam hari.
Tokoh Masyarakat Trumon, T. Heru Zulfikar, meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR Aceh segera mengambil langkah penanganan terhadap kondisi ruas jalan tersebut.
Menurutnya, ruas jalan Pulo Paya–Keude Trumon merupakan jalur penting yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta menjadi akses penghubung antardaerah.
“Kita meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR Aceh segera melakukan pengaspalan, karena jalur tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh,” kata T. Heru Zulfikar.
Ia mengatakan, kerusakan jalan yang terdapat di sejumlah titik tidak hanya membuat perjalanan menjadi kurang nyaman, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian ketika malam hari. Lubang dan permukaan jalan yang rusak sulit terlihat dengan jelas oleh pengendara, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua.
Heru berharap Pemerintah Aceh dapat segera melakukan penanganan secara menyeluruh, sehingga akses transportasi masyarakat kembali aman dan lancar.
“Jalan ini setiap hari dilalui masyarakat. Jangan sampai kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut justru menimbulkan kecelakaan. Kami berharap ada perhatian dan penanganan segera,” pungkasnya.
