Jalan di Kedai Runding Tergerus Sungai, Warga Khawatir Ambles dan Ancam Keselamatan

TheTapaktuanPost.com | Kluet Selatan – Kerusakan jalan di kawasan Kedai Runding, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, mulai mengkhawatirkan. Gerusan aliran sungai menyebabkan sebagian badan jalan terkikis dan berlubang, sehingga mengancam keselamatan pengendara yang melintas.

Kondisi tersebut terjadi di sekitar toko bangunan dan usaha doorsmeer atau pencucian kendaraan di kawasan Kedai Runding. Kerusakan semakin parah ketika hujan turun karena derasnya aliran air sungai terus mengikis bagian badan jalan.

Bacaan Lainnya

Warga setempat sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan secara swadaya dengan menimbun bagian jalan yang rusak menggunakan pasir. Namun, penanganan darurat itu tidak bertahan lama lantaran material timbunan kembali hanyut terbawa arus saat hujan.

Syahrul Amin, S.Sos., dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aceh, mengaku kerap melintasi ruas jalan tersebut. Menurutnya, pengendara harus ekstra hati-hati, bahkan terkadang terpaksa mengantre untuk melewati bagian jalan yang mengalami kerusakan.

“Saya sering melewati kawasan tersebut. Pengendara harus berhati-hati, bahkan terkadang harus antre karena kondisi jalan yang rusak. Apalagi saat hujan, badan jalan semakin terkikis akibat gerusan air sungai,” ujar Syahrul kepada TheTapaktuanPost.com, Sabtu (7/11/2026.

Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menyebabkan kerusakan semakin luas dan membahayakan masyarakat.

“Hari ini saya bersuara agar kondisi jalan tersebut mendapat perhatian dan segera diperbaiki sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Syahrul berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui dinas terkait segera meninjau lokasi dan mengambil langkah penanganan permanen, bukan sekadar melakukan penimbunan sementara.

Menurutnya, perbaikan badan jalan perlu dibarengi penanganan gerusan aliran sungai agar kerusakan serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Warga berharap pemerintah segera bertindak sebelum badan jalan mengalami kerusakan lebih parah hingga berpotensi memutus akses transportasi masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan dari instansi terkait di jajaran Pemkab Aceh Selatan mengenai rencana penanganan kerusakan jalan tersebut.

Pos terkait