TheTapaktuanPost | Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan, H. Azwir melarang para kepala desa (Keuchik) didaerah itu menggelar pelatihan keluar daerah seperti Medan dan Jakarta, karena sama dengan memboroskan keuangan negara.
“Para keuchik saya minta jangan asyik pelesiran keluar daerah seperti Medan dan Jakarta dengan dalih kegiatan pelatihan. Dana desa yang diberikan pemerintah pusat harus dihemat-hemat demi terakomodirnya kepentingan masyarakat,” kata H. Azwir dalam arahannya seusai melantik dua Imum Mukim dan 15 keuchik di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Senin (29/10/2018).
Dihadapan puluhan camat dan ratusan keuchik yang menghadiri acara itu, Bupati H. Azwir langsung memerintahkan Asisten I Setdakab, Erwiandi S.STP,M.Si agar kedepannya jika ada lagi program pelatihan para keuchik beserta perangkatnya, cukup digelar di Kota Tapaktuan saja.
“Asisten 1, tolong jika ke depannya ada lagi program pelatihan keuchik, jangan lagi digelar di Medan atau Jakarta. Tapi cukup digelar di Tapaktuan saja. Jika butuh dengan narasumber yang berkompeten, kita panggil yang bersangkutan ke Tapaktuan. Mohon permintaan ini ditindaklanjuti,” tegas H. Azwir.
Menurutnya, kegiatan pelatihan keuchik dan perangkat gampong lainnya di dalam daerah selain menghemat anggaran juga bisa menghidupkan perekonomian masyarakat. Karena segala kebutuhan seperti konsumsi dan perhotelan dapat diberdayakan atau digunakan jasa pelaku usaha yang ada didalam daerah.
“Untuk apa kita hambur-hamburkan anggaran desa begitu besar ke luar daerah. Padahal jika kegiatan pelatihan itu digelar di Tapaktuan, akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian para pelaku usaha kita,” sesalnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati H. Azwir juga meminta kepada para camat dan keuchik agar tidak membebaskan masyarakat membawa proposal bantuan kepada bupati. Namun sebaliknya, proposal yang diajukan masyarakat hendaknya dilakukan proses seleksi terlebih dulu untuk diutamakan skalaprioritas.
“Saya bukan melarang masyarakat mengajukan proposal ya, tapi beberapa proposal yang telah masuk saya lihat satupun tak ada yang mengajukan kebutuhan bibit padi, tapi mayoritasnya terkait pekerjaan proyek,” ungkapnya.
Ironisnya lagi, usulan proyek yang diajukan justru telah pernah dikerjakan oleh pemerintah sebelumnya namun karena dinilai sudah tak sesuai lagi, maka diminta supaya dibangun baru.
“Akhirnya nanti, kita sibuk dengan bongkar pasang pekerjaan proyek. Pemberdayaan perekonomian masyarakat kembali terlupakan. Inilah tugas camat dan keuchik, tolong arahkan masyarakat agar mengutamakan pengajuan proposal untuk pembangunan pada sektor perekonomian,” pintanya.
Adapun dua Imum Mukim yang diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati H. Azwir adalah Imum Mukim Terbangan, Kecamatan Pasie Raja, Tgk Sulaiman dan Imum Mukim Padang Bakau, Kecamatan Labuhanhaji, Fauzan Sahar.
Selanjutnya 15 orang keuchik masing-masing Padang Harapan, Kecamatan Trumon Mahyudin, Keuchik Ujong Pulo Cut, Kecamatan Bakongan Timur, Supardi, Keuchik Krueng Batee, Kluet Utara, Suryadi, Keuchik Ruak, Kecamatan Kluet Utara, Ahmad Saleh, Keuchik Kampung Paya, Kecamatan Kluet Utara, Syaukani.
Keuchik Keude Trumon, Kecamatan Trumon Musliadi, Keuchik Mersak, Kecamatan Kluet Tengah, Adamsir, Keuchik Ujong Padang, Kecamatan Bakongan, Efendi S, Keuchik Simpang Tiga, Kecamatan Sawang, Usman Nuri, Keuchik Pasar Lama, Kecamatan Labuhanhaji, Ahmad Jais, Keuchik Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan, Tarmizan.
Keuchik Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan, Khairuman, Keuchik Ladang Teungoh, Kecamatan Pasie Raja, Razali, Keuchik Tengah Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Rohabi dan Keuchik Blang Geulinggang, Kecamatan Sawang, Sabirin.
