Hafal 30 Juz Sekali Duduk, Santriwati MUQ Aceh Selatan Bikin Bupati Mirwan Terpukau, Hadiah Umrah Menanti!

TheTapaktuanPost.com | Tapaktuan – Siapa sangka, di balik kesederhanaan seorang santriwati Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan, tersimpan kemampuan luar biasa yang mengundang decak kagum.

Syarifah Nayla Syamil berhasil menorehkan sejarah sebagai santriwati pertama MUQ Aceh Selatan yang menuntaskan tasmi’ 30 juz Al-Qur’an secara bil ghaib atau tanpa melihat mushaf dalam sekali duduk.

Bacaan Lainnya

Prestasi tersebut mendapat perhatian khusus dari Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS. Bahkan, orang nomor satu di Aceh Selatan itu menjanjikan hadiah umrah bagi santri MUQ yang mampu menorehkan pencapaian serupa.

Janji tersebut disampaikan Mirwan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di kompleks MUQ Aceh Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Di hadapan para santri, wali santri, dan undangan, Mirwan menyampaikan bahwa pemerintah daerah ingin memberikan penghargaan nyata kepada generasi muda yang memiliki kecintaan dan kemampuan luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an.

“Yang hari ini kita mengapresiasi santriwati Syarifah Nayla Syamil. Bagi santri berikutnya yang khatam 30 juz Al-Qur’an bil ghaib, insyaallah akan kita berangkatkan umrah tahun depan,” ujar Mirwan.

Pernyataan tersebut disambut pekikan takbir dari para santri dan wali santri yang hadir.

Syarifah Nayla Syamil binti Said Muzammil bukan sosok baru dalam dunia tahfiz Al-Qur’an di MUQ Aceh Selatan.

Perjalanan prestasinya dimulai ketika ia masih duduk di kelas III SMP Plus Ulumul Qur’an Aceh Selatan. Pada September 2021, Nayla berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an hanya dalam waktu dua tahun tiga bulan.

Namun, pencapaian itu rupanya bukan akhir dari perjuangannya. Pada 2025, ketika duduk di kelas III SMA Plus Ulumul Qur’an Aceh Selatan, Nayla kembali mencatat prestasi dengan menuntaskan tasmi’ 30 juz Al-Qur’an secara bil ghaib dalam sekali duduk.

Pencapaian tersebut menjadikannya santriwati pertama MUQ Aceh Selatan yang berhasil melakukan tasmi’ 30 juz dengan metode tersebut.

Keberhasilan Nayla bukan sekadar menunjukkan kemampuan menghafal, tetapi juga ketekunan dan konsistensinya dalam menjaga hafalan Al-Qur’an selama bertahun-tahun.

Prestasi Nayla juga mengundang perhatian Ketua TP PKK Aceh Selatan, Devina Hafisah, yang turut menghadiri peringatan Maulid Nabi di MUQ.

Sebagai bentuk penghargaan, Devina menyerahkan langsung hadiah khusus kepada Nayla. Apresiasi tersebut menjadi simbol dukungan terhadap santriwati yang telah menunjukkan prestasi membanggakan dalam bidang tahfiz Al-Qur’an.

Sementara itu, Bupati Mirwan berharap keberhasilan Nayla dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Ia menegaskan bahwa MUQ Aceh Selatan memiliki peran penting dalam melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Selain menjanjikan hadiah umrah, Mirwan turut mengapresiasi keberhasilan MUQ Aceh Selatan meraih Juara Umum II dalam ajang yang digelar di Kabupaten Aceh Barat.

Ia menyampaikan penghargaan kepada Direktur MUQ Aceh Selatan, Tgk. Muhammad Ridho Agung, beserta seluruh tenaga pendidik dan keluarga besar pesantren yang terus mempertahankan prestasi lembaga tersebut.

Menurut Mirwan, keberhasilan MUQ dalam bidang Al-Qur’an dan akademik menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan keagamaan mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing.

Ia juga berpesan kepada seluruh santri agar tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita.
Bupati meyakini masa depan Aceh Selatan sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang dibentuk melalui pendidikan, penguatan akhlak, dan nilai-nilai keagamaan.

Peringatan Maulid Nabi tersebut juga diwarnai kegiatan sosial berupa santunan kepada 36 anak yatim dan yatim piatu. Santunan diserahkan Bupati Mirwan bersama Sekretaris Yayasan Ulumul Qur’an Aceh Selatan, Yusrizal.

Dalam kesempatan itu, Mirwan turut mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Ia secara khusus mengingatkan pentingnya semangat gotong royong dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah banjir di sejumlah kecamatan di Aceh Selatan.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimcam, pengurus yayasan, tokoh agama, serta keluarga besar MUQ Aceh Selatan.

Di antaranya Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh Selatan Tgk. Misbar Basri, anggota Komisioner Baitul Mal Aceh Taufik Hidayat Harahap, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan Annadwi, Asisten III Setdakab Suhatril, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Salmi, serta Kabid SMP Disdikbud Aceh Selatan Debi Sunandar.

Hadir pula Camat Tapaktuan Murlizar, Kapolsek Tapaktuan Iptu M. Akhir, Danramil Tapaktuan Kapten Inf. Tri Suharto, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Peringatan Maulid tahun ini pun meninggalkan pesan istimewa bagi keluarga besar MUQ Aceh Selatan: prestasi menghafal Al-Qur’an bukan hanya mendapat penghargaan, tetapi juga membuka peluang bagi para santri untuk mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci.

Pos terkait