TheTapaktuanPost | Tapaktuan — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Alun-alun Kota Tapaktuan, Selasa malam (15/9/2026). Ratusan masyarakat menghadiri kegiatan yang diisi tausiah oleh Tgk Ismail tersebut.
Peringatan Maulid berlangsung khidmat dan turut dihadiri Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, Wakil Bupati H. Baital Mukadis, SE., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala SKPK, tokoh masyarakat serta sejumlah undangan lainnya.
Tahun ini, peringatan Maulid mengangkat tema “Dengan Keteladanan Rasulullah SAW, Kita Wujudkan Aceh Selatan yang Maju, Produktif, Madani, dan Berakhlakul Karimah.”
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS mengatakan peringatan Maulid tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut perlu menjadi ruang introspeksi untuk menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Beliau adalah teladan paripurna, baik dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, bernegara maupun dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujar Mirwan.
Mirwan juga menyampaikan apresiasi kepada Tgk Ismail yang telah hadir dan memberikan tausiah kepada masyarakat Aceh Selatan.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Aceh Selatan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tgk Ismail. Di tengah kesibukan dakwah beliau yang begitu padat, beliau masih menyempatkan diri untuk hadir di tengah-tengah kita,” katanya.
Ia berharap nasihat yang disampaikan Tgk Ismail dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.
“Semoga kehadiran serta nasihat yang disampaikan beliau nantinya menjadi penyejuk hati dan pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun pemerintahan,” ujarnya.
Menurut Mirwan, tema Maulid tahun ini tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga mencerminkan komitmen moral dalam pembangunan Aceh Selatan.
“Tema ini bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan sebuah manifestasi komitmen moral dan arah pembangunan jangka panjang yang ingin kita capai bersama di Bumi Pala tercinta ini,” kata Mirwan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong. Hal itu dinilai penting karena tantangan pembangunan ke depan membutuhkan kebersamaan seluruh pihak.
“Dengan bersatu padu, saling bahu-membahu, serta menjadikan sifat shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah Rasulullah SAW sebagai landasan etika kerja dan pengabdian, insya Allah cita-cita luhur kita untuk mewujudkan Aceh Selatan yang gemilang dapat tercapai dengan ridha Allah SWT,” tuturnya.
Dalam tausiyahnya, Tgk Ismail mengajak masyarakat mengenang sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Ia menyampaikan sejumlah keteladanan Rasulullah SAW, antara lain kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.
Menurut Tgk Ismail, nilai-nilai tersebut tetap relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat serta ketika menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin.
Ia mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Rasulullah SAW adalah teladan bagi seluruh umat manusia. Karena itu, mari kita jadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam kehidupan, menjaga kejujuran, amanah dalam menjalankan tanggung jawab, serta memperkuat kepedulian dan persaudaraan,” pesan Tgk Ismail.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dapat memperkuat keimanan masyarakat, mendorong perbaikan diri, mempererat persaudaraan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Di akhir sambutannya, Mirwan kembali mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kinerja dan memperkuat kepedulian sosial.
“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, meningkatkan kinerja, dan memperkuat kepedulian sosial di lingkungan kita masing-masing,” pungkasnya.
