TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, menyampaikan dukungan dan apresiasi penuh terhadap langkah mulia Anggota DPRK Aceh Selatan, Idrus TM, menyediakan layanan ambulans gratis menggunakan dana pribadi khusus untuk penjemputan warga Kecamatan Kluet Tengah di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan.
Menurut Gusmawi Mustafa, perhatian dan kepedulian terhadap layanan ambulans bagi masyarakat Kluet Tengah merupakan solusi nyata dan tepat sasaran dalam memberikan pelayanan kemanusiaan secara maksimal kepada masyarakat yang sedang membutuhkan.
“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal pengobatan di rumah sakit, tetapi juga bagaimana pasien dapat kembali ke rumah dengan aman, layak, dan manusiawi. Kehadiran ambulans gratis ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat menyentuh dan patut diapresiasi,” kata Gusmawi kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak pasien yang selesai menjalani rawat inap di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan harus berjuang sendiri untuk mendapatkan transportasi pulang ke rumah. Sebagian menggunakan kendaraan umum, kendaraan pribadi keluarga, menumpang kendaraan pengunjung, hingga menunggu ketersediaan ambulans rumah sakit yang jumlahnya masih sangat terbatas.
Tidak hanya pasien rawat inap, menurut Gusmawi, ratusan pasien rawat jalan yang berobat di poliklinik rumah sakit juga menghadapi persoalan transportasi setiap harinya. Banyak pasien baru selesai menjalani pemeriksaan dan pengambilan obat pada sore hingga menjelang malam hari, sementara sarana transportasi umum menuju kecamatan-kecamatan pedalaman di Aceh Selatan sangat terbatas dan memiliki jam operasional tertentu.
Akibatnya, tidak sedikit pasien bersama keluarga pendamping harus bertahan atau menginap di sekitar rumah sakit, baik di masjid, mushalla, rumah penduduk, maupun tempat seadanya karena tidak memiliki biaya atau sarana transportasi untuk pulang ke kampung halaman mereka yang berjarak antara 50 hingga 170 kilometer dari Tapaktuan.
“Ini adalah realita yang selama ini terjadi dan dirasakan langsung oleh masyarakat kecil. Karena itu, inisiatif seperti yang dilakukan Pak Idrus TM bukan hanya bantuan transportasi, tetapi juga bentuk hadirnya empati dan kemanusiaan di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Gusmawi juga berharap pola pelayanan sosial seperti ini dapat menjadi inspirasi bersama bagi semua pihak, terutama para dermawan, tokoh masyarakat, pengusaha, dan siapa saja yang diberikan kemudahan rezeki oleh Allah SWT agar ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Kebaikan sekecil apa pun akan menjadi harapan besar bagi orang lain. Kadang bagi kita itu sederhana, tetapi bagi masyarakat yang sedang sakit dan kesulitan biaya, itu bisa menjadi pertolongan yang sangat berarti,” kata Gusmawi.
Ia menambahkan bahwa pelayanan kemanusiaan tidak selalu harus menunggu program besar. Kepedulian, keikhlasan, dan kemauan untuk membantu sesama justru menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“Orang hebat bukan hanya mereka yang memiliki jabatan atau kekayaan, tetapi mereka yang mampu menghadirkan manfaat dan meringankan beban orang lain. Karena sejatinya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.”
Di akhir pernyataannya, Gusmawi Mustafa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga tidak ada lagi warga yang merasa sendirian ketika menghadapi musibah sakit dan kesulitan transportasi.
