4 Rumah di Jambo Papeun Meukek Terancam Hanyut, 16 Warga Mengungsi

TheTapaktuanPost | Meukek — Empat rumah warga di Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, terancam hanyut setelah luapan Krueng Meukek menerjang kawasan permukiman pada Rabu (16/9/2026) sore.

Derasnya arus sungai mengikis tebing di belakang SMPN 3 Jambo Papeun hingga jarak antara bibir sungai dan bangunan rumah warga kini diperkirakan hanya sekitar lima meter.

Bacaan Lainnya

Bahkan, satu bagian dapur rumah warga dilaporkan telah hanyut diterjang banjir.

Empat rumah yang berada di lokasi tersebut masing-masing ditempati Ali Nafiah bersama empat anggota keluarga, Kudri bersama empat anggota keluarga, Yusmaizal bersama empat anggota keluarga, serta Nur Aida bersama empat anggota keluarga.

Salah seorang warga terdampak, Ali Nafiah, mengatakan arus banjir yang sangat deras datang dari arah bawah jembatan Seng-Seng setelah Krueng Meukek meluap.

Menurut Ali, derasnya arus kemudian menerjang tebing sungai yang berada tepat di belakang SMPN 3 Jambo Papeun dan mengancam keberadaan empat rumah warga.

“Jarak rumah kami dengan bibir sungai kini hanya tinggal lima meter lagi. Bahkan satu unit dapur rumah milik Kudri sudah hanyut dibawa banjir,” kata Ali saat dihubungi wartawan.

Karena kondisi semakin mengkhawatirkan dan arus sungai masih deras, keempat keluarga tersebut memilih mengungsi untuk sementara ke rumah saudara dan kerabat yang dinilai lebih aman.

“Malam ini total warga yang terpaksa mengungsi dari empat KK berjumlah 16 orang. Langkah ini kami lakukan demi mencegah jatuhnya korban jiwa melihat rawannya kondisi luapan sungai malam ini,” ujarnya.

Ali menyebut persoalan abrasi dan pengikisan tebing sungai di belakang SMPN 3 Jambo Papeun sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Namun, menurut dia, hingga kini belum ada penanganan permanen untuk mengatasi kondisi tersebut.

Ia juga berharap pemerintah segera turun tangan karena jika pengikisan tebing terus terjadi, rumah warga yang berada di sepanjang bantaran sungai semakin terancam.

Ali turut menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan di tingkat pemerintah setempat. Menurut dia, Keuchik Jambo Papeun baru datang ke lokasi setelah dirinya melaporkan kondisi tersebut.

“Malam ini karena sudah saya datangi baru dia datang bersama Camat Meukek,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan konkret, salah satunya dengan membangun tanggul menggunakan batu gajah di sepanjang tebing sungai untuk menahan derasnya arus sekaligus melindungi rumah warga.

Sementara itu, Camat Meukek, Teuku Ikbal Hidayatullah, S.Ag., membenarkan telah menerima laporan mengenai empat rumah warga di Jambo Papeun yang terancam hanyut akibat luapan Krueng Meukek.

Ia mengatakan telah turun langsung ke lokasi bersama Keuchik Jambo Papeun untuk melihat kondisi warga dan tebing sungai.

“Sudah kita datangi lokasi. Kita juga sudah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Sosial dan BPBD Aceh Selatan untuk penanganan lebih lanjut,” kata Teuku Ikbal.

Pos terkait