Bupati Mirwan Kagum Manisnya Madu Trigona Gampong Madat Samadua

TheTapaktuanPost | Samadua. Program ketahanan pangan berbasis budidaya Lebah Madu Trigona di Gampong Madat, Kecamatan Samadua, mulai menunjukkan geliat positif. Inisiatif ini tak hanya menyentuh sektor kesehatan, tetapi juga membuka jalan baru bagi penguatan ekonomi masyarakat desa.

Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, turun langsung ke lokasi untuk melihat dari dekat proses budidaya sekaligus mencicipi madu trigona segar langsung dari sarangnya, Sabtu (4/4/2026).

Bacaan Lainnya

Madu tersebut merupakan hasil binaan Ropika, warga setempat yang juga menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Samadua.

Kunjungan ini turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Selatan, Dandim 0107, Kajari Aceh Selatan serta Plt. Sekda Aceh Selatan. Kehadiran unsur pimpinan daerah lintas sektor tersebut menjadi sinyal kuat dukungan terhadap pengembangan program berbasis potensi lokal ini.

Di sela peninjauan, Mirwan memberikan apresiasi terhadap langkah Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Madat yang dinilai mampu membaca peluang dari kekayaan alam sekitar.

“Ini contoh BUMG yang sangat positif dan patut dicontoh. Madu trigona memiliki nilai ekonomi tinggi, khasiat kesehatan yang luar biasa, serta ramah lingkungan,” ujar Mirwan.

Madu trigona sendiri dikenal kaya akan antioksidan, memiliki sifat antibakteri, dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat, produk ini dinilai memiliki daya saing tinggi di pasar. Selain manfaat kesehatan, budidaya lebah trigona juga tergolong praktis. Tidak memerlukan lahan luas serta dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan alternatif, khususnya bagi masyarakat pedesaan dan generasi muda.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, lanjut Mirwan, berkomitmen mendorong lahirnya inovasi serupa di berbagai gampong. Ia berharap madu trigona dari Samadua dapat berkembang menjadi produk unggulan yang mampu menembus pasar nasional hingga ekspor.

“Ke depan, ini kita dorong menjadi produk unggulan daerah. Ini bukan hanya soal produksi madu, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” tegasnya.

Dengan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan, budidaya lebah trigona di Gampong Madat kini diproyeksikan menjadi percontohan bagi desa lain di Aceh Selatan, menghadirkan harmoni antara potensi alam, kesehatan, dan kesejahteraan dalam satu tetes madu.

Pos terkait