Belum ada Laporan Korban Jiwa Bencana Banjir Langganan di Trumon, Warga masih Bertahan di Rumahnya

TheTapaktuanPost | Trumon Tengah. Ratusan warga dalam tiga gampong di Kecamatan Trumon Tengah dan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan kembali menghadapi musibah banjir langganan setiap tahunnya dampak meluapnya sungai Gelombang, Pemko Subulussalam yang bermuara dari hulu sungai di Kabupaten Aceh Tenggara. Sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa dari masyarakat korban bencana banjir tersebut.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho S.I.K, SH.MH melalui Kapolsek Trumon Ipda Adrizal S.Pd, mengatakan, luapan banjir yang secara berangsur-angsur terus naik sejak beberapa hari lalu kini telah mengepung pemukiman penduduk serta merendam ratusan hektar lahan pertanian di tiga gampong masing – masing Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah dan Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon.

Bacaan Lainnya

“Pemukiman penduduk dua gampong di Kecamatan Trumon Tengah yaitu Lhok Raya dan Cot Bayu telah di kepung banjir luapan sejak beberapa hari lalu. Sedangkan satu gampong di Kecamatan Trumon yaitu Padang Harapan, banjir luapan baru hari ini naik dan mulai menggenangi rumah-rumah warga setempat,” kata Ipda Adrizal saat di hubungi TheTapaktuanPost dari Tapaktuan, Rabu (9/12/2020).

Meskipun banjir luapan setinggi 50 cm – 1 meter telah menggenangi pemukiman penduduk dan lahan pertanian, tapi ratusan warga korban banjir sejauh ini masih memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Para korban banjir saat ini belum memutuskan untuk mengungsi, karena masih melihat dan menunggu perkembangan kondisi.

Menurutnya, bencana banjir ini merupakan musibah banjir yang rutin saban tahun terjadi di wilayah tersebut dampak meluapnya sungai Gelombang Pemko Subulussalam yang bermuara langsung dari hulu sungai – sungai besar di Kabupaten Aceh Tenggara.

“Sepertinya warga di sini biasa saja menghadapi musibah ini karena memang sudah menjadi langganan setiap tahunnya. Biasanya kejadian ini rutin terjadi setiap penghujung tahun. Meskipun di wilayah Trumon Raya ini tak terjadi hujan dalam intensitas tinggi, tapi jangan heran jika secara tiba-tiba atau sewaktu-waktu terjadi banjir luapan, karena banjir ini merupakan banjir kiriman dari Aceh Tenggara,” ungkapnya.

Merespon kondisi ini, Muspika setempat terdiri atas Camat Trumon Tengah Tahta Amrullah S.STP, Kapolsek Trumon Ipda Adrizal S.Pd dan Danramil 09 Trumon Kapten Inf. Endang R pada Rabu (9/12/2020) pagi tadi, telah mengunjungi pemukiman penduduk di tiga gampong yang paling parah terjadi banjir luapan tersebut.

Hasil pantauan pihaknya, di Gampong Cot Bayu, banjir setinggi lebih kurang 1 meter masih menggenangi badan jalan di ujung jembatan menuju Gampong Cot Bayu. Dilokasi tersebut telah dioperasikan satu unit perahu karet milik BPBD Aceh Selatan untuk menyeberangkan warga dan anak-anak sekolah.

“Titik lokasi ini harus di operasionalkan perahu karet karena banjir luapan setinggi 1 meter lebih masih menggenangi badan jalan sehingga melumpuhkan akses transportasi dari dan menuju ke Gampong Cot Bayu. Untuk memastikan akses transportasi dan aktivitas warga tetap berjalan normal, petugas di stanbykan di lokasi tersebut menyeberangkan warga menggunakan perahu karet,” tuturnya.

Tak hanya merendam badan jalan sehingga melumpuhkan akses transportasi, banjir luapan juga menggenangi puluhan rumah penduduk setinggi lebih kurang 30 cm. Tapi masyarakat setempat masih memilih tetap bertahan dirumahnya masing-masing dan tetap melaksanakan aktifitas seperti biasa dengan mengarungi banjir.

Sedangkankan di Gampong Padang Harapan, banjir menggenangi rumah penduduk sebanyak 30 kepala keluarga (KK) dengan ketinggian air setinggi 80 cm di lorong 1 dan dilorong 2 setinggi 50 Cm. Masyarakat setempat juga memilih tetap bertahan dirumahnya masing-masing belum mau mengungsi ke tempat lain yang lebih aman dari kepungan banjir luapan.

Sementara di Gampong Lhok Raya, air yang memasuki perkampungan penduduk sejak kemarin menggenangi lebih kurang 50 unit rumah penduduk. Tapi saat ini air secara perlahan-lahan mulai surut, hanya tinggal menggenangi sedikit badan jalan dan perkarangan 5 unit rumah warga.

“Kondisi ini belum final atau benar-benar akan berakhir, sebab jika sewaktu-waktu kembali meningkatnya curah hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Aceh Tenggara, secara otomatis wilayah pemukiman penduduk dikawasan ini kembali di genangi banjir akibat meluapnya sungai Gelombang,” ujarnya seraya menyatakan sejauh ini aktivitas masyarakat di gampong Lhok Raya tersebut masih terpantau normal yang ditandai masih lancarnya aktivitas warga keluar masuk ke gampong tersebut.

Dikatakan bahwa, Muspika Trumon bersama petugas Pos 09 Damkar BPBD Aceh Selatan dan Keuchik serta perangkat gampong masih berada dilokasi banjir. Petugas terus mengarahkan masyarakat agar menyelamatkan barang-barang berharga seperti hewan ternak, perabotan rumah tangga dan lainnya, dari kepungan banjir.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap berhati-hati menghadapi situasi bencana banjir yang rutin terjadi setiap akhir tahun ini. Meski air sudah menggenangi pemukiman, masyarakat di sini masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing dan sejauh ini belum mau mengungsi ketempat yang lebih aman,” ujarnya seraya menyatakan untuk perkembangan selanjutnya akan di informasikan secara bertahap sesuai dengan situasi terkini di tiga gampong tersebut. [] NB

Pos terkait