TheTapaktuanPost.com | Banda Aceh – Ratusan guru Al-Qur’an, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum memadati Aula Bapelkes Aceh, Minggu (1/11/2026). Mereka mengikuti Seminar Al-Qur’an Nasional yang menghadirkan pakar Al-Qur’an bersanad, Ustadz Hartanto Saryono, Lc., sebagai pemateri utama.
Seminar yang mengupas ilmu tajwid dan cara berinteraksi dengan Al-Qur’an itu menjadi momentum penguatan kualitas bacaan sekaligus pemahaman terhadap pentingnya sanad dalam pembelajaran kitab suci.
Di hadapan ratusan peserta, Ustadz Hartanto menyampaikan pesan tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman untuk menjaga keistiqamahan dalam kehidupan.
“Bukan kita yang susah istiqamah dengan Al-Qur’an, tapi dengan Al-Qur’anlah kita akan istiqamah,” ujar Ustadz Hartanto.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam seminar yang tidak hanya membahas ketepatan bacaan berdasarkan kaidah tajwid, tetapi juga bagaimana membangun kedekatan dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Habibul Hamiz, qari muda peraih juara II cabang tilawah anak-anak putra pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026. Lantunan ayat suci yang dibawakannya menghadirkan suasana khidmat sebelum peserta mengikuti rangkaian materi.
Ketua Panitia Pelaksana, M. Razi Alkhawarizmi, M.Ag., mengapresiasi tingginya antusiasme peserta serta dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, seminar ini menjadi ruang penting bagi para pendidik Al-Qur’an di Aceh untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap kaidah tajwid dan sanad keilmuan yang sahih.
Seminar nasional tersebut terselenggara melalui kolaborasi Sahabat Quran Aceh (SAQU Aceh), QAF UIN Ar-Raniry, Rumah Huffazh KAMMI, Persatuan Muslimah (Salimah), dan Ma’had Jamiah UIN Ar-Raniry. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Yakesma, ITF UIN Ar-Raniry, serta Rumah Zakat.
Selain memperkuat kapasitas para pengajar, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mempelajari Al-Qur’an secara benar, tidak sebatas lancar membaca, tetapi juga memahami kaidah dan menjaga kesinambungan tradisi keilmuannya.
Panitia juga mengajak masyarakat yang ingin memperdalam ilmu Al-Qur’an untuk bergabung dengan komunitas Sahabat Quran (SAQU) Aceh yang berlokasi di kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh.
Melalui seminar ini, penyelenggara berharap lahir semakin banyak pengajar Al-Qur’an yang berkualitas, memiliki pemahaman tajwid yang kuat, serta mampu meneruskan tradisi pembelajaran Al-Qur’an bersanad kepada generasi berikutnya.
