BFLF Gelar Donor Massal di Labuhan Haji Raya

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan akan menggelar donor darah massal di wilayah Labuhan Haji Raya, dalam rangka memenuhi kebutuhan darah menjelang bulan suci ramadhan 1440 H.

Acara yang dirangkai dengan kegiatan sosialisasi pentingnya donor darah bagi kesehatan manusia tersebut direncanakan akan berlangsung pada Minggu (28/4/2019) mendatang di Gedung PNF SKB Labuhan Haji.

Bacaan Lainnya

“Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan ramadhan pihak Rumah Sakit Yulidin Away Tapaktuan mengalami kesulitan menyediakan kebutuhan darah. Makanya, untuk mengantisipasi persoalan serupa terulang kembali kami berinisiatif menggelar donor darah massal,” kata Ketua BFLF Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa SE, kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (15/4).

Menurutnya, program ini telah disepakati oleh seluruh perangkat desa dan unsure Muspika se-Labuhan Haji Raya dalam pertemuan yang telah digelar pada 11-12 April lalu.

Berdasarkan hasil pertemuan itu, setiap desa wajib membawa minimal 10 orang calon pendonor darah. Untuk diketahui bahwa desa se-Labuhan Haji Raya seluruhnya berjumlah 43 desa dengan perincian Labuhan Haji Barat 15 desa, Labuhan Haji 16 desa dan Labuhan Haji Timur 12 desa.

Selain calon pendonor dari setiap desa, lanjut Gusmawi Mustafa, pihaknya juga berharap kesediaan dari pegawai kantor camat, personil Polsek, Koramil, PPK dan PPS serta Panwascam dan PPL untuk ikut berpartisipasi mendonorkan darahnya pada kegiatan tersebut.

“Kita menargetkan melalui kegiatan ini berhasil mengumpulkan sekitar 200 kantong darah dari 300 – 500 orang lebih pendonor,” tegasnya.

Untuk kebutuhan tenaga medis dilapangan, kata Gusmawi Mustafa, pihaknya telah menyurati Direktur BLUD RS Yulidin Away Tapaktuan agar menugaskan para petugas Unit Transfusi Darah (UTD) melakukan pengambilan darah para calon pendonor nantinya.

Makanya, kata Gusmawi, untuk menyukseskan kegiatan tersebut pihaknya mengharapkan partisipasi semua pihak untuk membantu kebutuhan biaya yang diperlukan berhubung BFLF selaku lembaga non-pemerintah belum memiliki sumber pendanaan yang tetap selama ini.

“Berdasarkan perhitungan sementara yang telah kami buat, kebutuhan biaya sekitar Rp.9,7 juta,” sebutnya.

Biaya sebesar itu, ujarnya, sudah termasuk penyediaan kacang hijau, susu, BBM mobil antar jemput calon pendonor dan cendera mata bagi pendonor.

“Kami juga sedang merancang dibuatnya pengundian hadiah doorprize, untuk menarik minat masyarakat mendonorkan darahnya. Makanya kami berharap kegiatan mulia yang kami gagas ini mendapat dukungan maksimal baik dari Pemkab Aceh Selatan, instansi vertikal maupun perbankan serta perusahaan swasta lainnya,” demikian harapan Ketua BFLF Aceh Selatan.

Pos terkait