KIP Pastikan Pilkada Bupati Aceh Selatan Tetap tahun 2023, Tak Termasuk Dalam Pilkada Serentak tahun 2022

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Aceh yang akan digelar tahun 2022 mendatang, dipastikan hanya untuk Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh. Ditambah pemilihan bupati/wakil bupati serta walikota/wakil walikota di 20 dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

Sedangkan 3 kabupaten/kota lagi di Aceh yaitu Aceh Selatan, Pidie Jaya dan Pemko Subulussalam dipastikan tetap akan menggelar pemilihan kepala daerah tahun 2023.

Bacaan Lainnya

“Yang dimaksud Pilkada serentak di Aceh yang telah disepakati Komisi I DPRA dalam rapat koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Aceh, KIP Aceh, Paswaslih Aceh, dan Komisi I DPRK se-Aceh itu adalah Pilkada Gubernur dan 20 kabupaten/kota yang akan digelar tahun 2022 mendatang. Tak termasuk 3 kabupaten/kota di Aceh termasuk Aceh Selatan,” kata Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Selatan, Saiful Bismi SE saat dihubungi oleh TheTapaktuanPost di Tapaktuan, Selasa (30/6/2020) malam.

Saiful menjelaskan, dasar disepakatinya Pilkada serentak di Aceh tahun 2022 adalah UU Nomor 11 Tahun  2006 Tentang Pemerintah Aceh dan Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pilkada Aceh.

Berdasarkan aturan kekhususan Aceh tersebut, lanjut Saiful, kepala daerah di Aceh yang dipilih langsung oleh masyarakat melalui pesta demokrasi masa jabatan satu periodenya adalah selama 5 tahun. Maka, terhadap daerah yang melaksanakan Pilkada tahun 2017 lalu akan berakhir masa jabatan kepala daerahnya pada tahun 2022.

Sedangkan kabupaten/kota di Aceh yang melaksanakan Pilkada bupati/walikota-nya pada tahun 2018 maka pelaksanaan Pilkada kembali tetap pada tahun 2023 setelah kepala daerahnya yang terpilih tahun 2018 lalu menghabiskan masa jabatan selama 5 tahun.

“Inilah antara lain point-point yang disepakati dalam rakor Senin (29/6/2020) kemarin di Gedung DPRA, Banda Aceh. Intinya Pilkada Gubernur dan 20 kabupaten/kota digelar serentak tahun 2022 dan 3 kabupaten/kota lagi di Aceh tetap tahun 2023,” tegas Saiful.

Pemilu Lokal Serentak 2027

Dibagian lain, Ketua KIP Aceh Selatan Saiful Bismi menjelaskan bahwa, berdasarkan RUU Pemilu yang saat ini sedang di godok DPR RI bersama Pemerintah Pusat, pelaksanaan Pemilu lokal serentak itu akan digelar pada tahun 2027 mendatang. Sedangkan Pemilu nasional serentak tetap digelar pada tahun 2029.

Dalam RUU baru yang sedang di godok ini, urai Saiful, ada 2 pembagian Pemilu yaitu Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal. Pemilu nasional terdiri dari Pemilihan Presiden, DPR RI dan DPD RI. Sedangkan Pemilu lokal adalah pemilihan Gubernur, DPRD Provinsi, pemilihan DPRD tingkat II dan pemilihan bupati/walikota.

“Jadi, yang dimaksud Pemilu serantak ditahun 2027 adalah Pemilu lokal. Makanya, dengan akan digelarnya Pemilu tahun 2024, nanti akan adanya pemangkasan masa jabatan anggota DPRA dan DPRK, karena akan berlangsung Pemilu lokal serentak tahun 2027. Inilah RUU Pemilu yang sedang digodok di pusat saat ini, meskipun belum final tapi arahnya lebih cenderung seperti yang telah saya paparkan itu,” pungkas Saiful.  

Pos terkait