TheTapaktuanPost | Jakarta. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hendak menjenguk Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban serangan air keras oleh orang tak dikenal (yang belakangan diketahui anggota BAIS TNI) pada 12 Maret 2026.
Namun, niat tersebut tidak dapat terlaksana karena adanya penolakan dari pihak keluarga dan KontraS.
Berikut adalah beberapa poin utama terkait penolakan tersebut seperti diberitakan TEMPO:
Penolakan Akses:
Saat Gibran berencana menjenguk di rumah sakit, pihak keamanan dan kepolisian di lokasi sempat melakukan pembatasan yang berujung pada tidak diberikannya izin masuk bagi pihak luar, termasuk Wapres, atas permintaan keluarga korban demi menjaga privasi dan keamanan.
Alasan Keamanan & Privasi:
Tim KontraS menyatakan bahwa saat ini fokus utama adalah pemulihan medis Andrie Yunus. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga ruang aman bagi aktivis tanpa adanya politisasi atas musibah tersebut.

