TheTapaktuanPost | Kluet Utara. Anggota DPRK Aceh Selatan Fraksi PNA, Arjuna, mengungkapkan kondisi badan jalan di Gampong Pasie Kualaba’u, Kecamatan Kluet Utara, sangat memprihatinkan karena mengalami kerusakan parah. Ruas jalan sepanjang lebih kurang 4 Km yang menjadi urat nadi transportasi masyarakat di Gampong Pasie Kualaba’u tersebut terdapat lobang-lobang besar dikanan kiri.
Aspal terkelupas, batu-batu tajam mencuat, serta lobang menganga yang membahayakan setiap kendaraan yang melintas. Disaat musim hujan lobang-lobang di badan jalan tersebut dipenuhi genangan air bagaikan kubangan kerbau. Sedangkan disaat musim kemarau, badan jalan dipenuhi debu berterbangan sangat mengganggu pengendara yang melintas.
“Kerusakan badan jalan ini sudah lama dikeluhkan warga karena telah terjadi sejak sepuluh tahun lalu namun belum tersentuh penanganan serius dari pemerintah daerah,” kata Arjuna kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Tak sedikit warga mengaku pernah terjatuh atau mengalami kerusakan kendaraan akibat menghantam lubang yang tertutup genangan. Aktivitas ekonomi pun ikut terhambat, terutama bagi petani dan pedagang kecil yang setiap hari menggantungkan mobilitasnya pada jalan tersebut.
Ia menegaskan, dampak dari buruknya infrastruktur ini sangat besar bagi masyarakat. Selain meningkatkan risiko kecelakaan, jalan yang rusak juga memperlambat akses warga ke sekolah, fasilitas kesehatan, dan pasar. Biaya perawatan kendaraan pun meningkat karena sering rusak akibat kondisi jalan.
Karena itu, anggota DPRK Aceh Selatan Fraksi PNA, Arjuna, meminta kepada Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait segera memprogramkan pekerjaan pengerasan dan Aspal Hotmix badan jalan tersebut dalam tahun anggaran 2026 ini.
“Jika dibiarkan, badan jalan ini terus mengalami kerusakan parah yang berakibat terganggunya aktivitas sehari-hari serta perekonomian masyarakat,” kata Arjuna.
Keluhan senada juga disampaikan oleh Keuchik Terpilih Gampong Pasie Kualaba’u, Imam Mukhti. Dia mengatakan permohonan pembangunan dan perbaikan jalan sudah berkali-kali diajukan melalui Musrenbang gampong hingga kecamatan. Namun, usulan tersebut selalu kandas tanpa realisasi di lapangan.
“Kami tidak tinggal diam. Setiap forum perencanaan, jalan ini selalu kami usulkan karena memang ini urat nadi gampong. Tapi sampai sekarang, warga masih harus berkutat dengan jalan rusak,” katanya.
“Ini bukan hanya soal aspal, ini menyangkut keselamatan, ekonomi, dan masa depan anak-anak kami yang setiap hari melewati jalan ini untuk ke sekolah,” tambahnya.
Imam Mukhti menyampaikan harapan besar masyarakat agar pemerintah segera turun tangan.
“Kami berharap pemerintah daerah dan pihak terkait benar-benar melihat kondisi di lapangan. Warga hanya meminta satu hal sederhana, jalan yang layak untuk dilalui. Dengan jalan yang baik, roda ekonomi bisa bergerak lebih cepat dan risiko kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.
