Resahkan Warga Labuhanhaji, Tim Gugus Tugas Covid-19 Jemput Seorang Warga baru Pulang dari Kalimantan

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Labuhanhaji. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Selatan menjemput seorang warga Gampong Apha, Kecamatan Labuhanhaji, lalu dibawa ke tempat pusat edukasi/pra-karantina Covid-19, Gampong Panjupian, Tapaktuan, Sabtu (25/4/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

Langkah penjemputan ini dilakukan beberapa saat setelah Camat Labuhanhaji menghubungi langsung tim gugus tugas covid-19 kabupaten. Keputusan itu terpaksa harus dilakukan camat, karena seorang oknum warganya yang baru pulang dari Kalimantan tersebut tidak disiplin menjalani isolasi mandiri dirumah selama 14 hari sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Warga sudah mulai resah karena yang bersangkutan langsung berkeliaran diluar rumah sebelum 14 hari menjalani isolasi mandiri dirumahnya,” kata Camat Labuhanhaji, Gusmawi Mustafa S.E yang secara khusus menghubungi TheTapaktuanPost, Minggu (26/4/2020).

Selaku camat, ujar Gusmawi, ia mengaku telah banyak menerima komplain (sikap protes) dari banyak warga. Bahkan, yang lebih parah lagi saat puluhan warga hendak melaksanakan ibadah shalat pada Jumat (24/4/2020) malam disebuah masjid di wilayah Labuhanhaji.

“Sempat terjadi dorong-dorongan sesama warga karena tidak berani berdiri satu saf shalat dengan yang bersangkutan. Sehingga kami menilai kondisi seperti ini sudah meresahkan serta membuat mayoritas warga lainnya tak nyaman,” ungkap Gusmawi.

Yang disesalkan lagi, lanjut Gusmawi, upaya persuasif yang dilakukan perangkat desa setelah mendapat instruksi dari camat terkesan tak ditanggapi serius oleh orang bersangkutan dan keluarganya. Buktinya, saat ditanyakan baik-baik pihak keluarganya justru mengaku bahwa yang bersangkutan telah di isolasi mandiri selama 14 hari di rumah orang tuanya di Gampong Manggis Harapan.

Namun ketika di croscek ulang, ternyata kedua gampong yaitu tempat dia domisili di Gampong Apha dan Gampong Manggis Harapan rumah orang tuanya, kedua-duanya justru mengaku tidak mengetahui keberadaan yang bersangkutan, karena kepulangannya tak pernah dilaporkan kepada tim relawan gampong.

“Tapi keberadaan yang bersangkutan yang berkeliaran diluar rumah terus dikomplain oleh warga. Agar jangan timbul fitnah, kami juga ikut memantau keberadaannya dan ternyata benar kami melihat langsung pada Kamis (23/4/2020) sore dia jalan-jalan mengendarai sepeda motor berboncengan dengan anak dan istrinya,” beber Gusmawi.

Untuk mendapatkan kepastian informasi, sambung Gusmawi, kemudian pihaknya menghubungi tim relawan Gampong Apha agar segera mendatangi rumah yang bersangkutan.

Dalam pertemuan yang berlangsung Sabtu (25/4/2020) sore itu, cerita Gusmawi, diperoleh pengakuan langsung dari yang bersangkutan bahwa ia telah berada dikampung selama 12 hari lalu pasca pulang dari Kalimantan.

“Jika benar seperti pengakuannya, maka pada Kamis lalu saat kami melihatnya, ia baru 9 hari tiba dari Kalimantan sudah berkeliaran. Tapi kami tak yakin itu. Bisa jadi dihari ke 3 atau 5 dia sudah berkeliaran. Sebab kami banyak menerima sikap protes dari warga,” tegas Gusmawi.

Akhirnya, ujar Gusmawi, untuk mencegah kemarahan warga serta tidak menambah dosa warga lainnya dibulan suci ramadhan karena sibuk menggunjing (cemooh) dia, pihaknya menghubungi tim gugus tugas kabupaten menjemput yang bersangkutan untuk dibawa ke tempat karantina.

Menurutnya, langkah tegas ini diambil supaya ada efek jera kepada masyarakat lainnya yang baru pulang ke kampung halaman agar mematuhi aturan protokol kesehatan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dirumah.

“Kami berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi warga lainnya. Tapi jika masih ada juga warga perantauan yang baru pulang kampung tak mematuhi aturan, kami pastikan akan menghubungi lagi tim gugus kabupaten untuk dibawa ke tempat karantina,” tegasnya.

Pemeriksaan Rapid Test

Sementara, Plt. Kadiskes yang juga Ketua Bidang Penanganan Medis Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Aceh Selatan, Novi Rosmita S.E,M.Kes, yang dimintai konfirmasi secara terpisah membenarkan bahwa pihaknya telah menjemput satu warga di Labuhanhaji karena tidak disiplin menjalani isolasi mandiri dirumahnya, padahal baru 7 hari tiba dari Kalimantan.

“Saat ini posisi yang bersangkutan masih di sana (tempat pusat edukasi/pra-karantina Panjupian-red). Pagi ini (Minggu pagi-red), sudah dilakukan penyelidikan epidemiologi dan rapid test dengan hasilnya sejauh ini masih negatif,” pungkas Novi.

Pos terkait