TheTapaktuanPost | Tapaktuan — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mempercepat rehabilitasi ratusan rumah masyarakat, terutama hunian yang terdampak bencana banjir. Sedikitnya 712 unit rumah saat ini masuk dalam program rehabilitasi melalui dua sumber bantuan berbeda.
Sebanyak 240 unit merupakan bantuan stimulan rehabilitasi rumah terdampak bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara 472 unit lainnya ditangani melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, S.E., M.M., meminta pelaksanaan pekerjaan terus digenjot agar dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas bangunan.
Diva mengatakan, Pemkab Aceh Selatan terus memonitor perkembangan pekerjaan di lapangan. Untuk bantuan BNPB tahap pertama sebanyak 240 rumah, progres pekerjaan disebut telah melampaui 35 persen.
“Sesuai arahan Bupati, kami terus melakukan monitoring dan pengawasan di lapangan. Saat ini pelaksanaan rehabilitasi rumah terdampak bencana berjalan dan progres tahap pertama terhadap 240 rumah sudah di atas 35 persen,” kata Diva kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (1/10/2026).
Untuk mempercepat penyelesaian, Sekda telah menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh Selatan agar meningkatkan koordinasi sekaligus memetakan setiap hambatan yang muncul di lapangan.
“Pekerjaan terus kita dorong agar lebih cepat, tentu dengan tetap memperhatikan kualitas. Kendala-kendala di lapangan juga harus segera dicarikan solusinya,” ujarnya.
Selain 240 rumah yang ditangani melalui bantuan BNPB, menurut Diva, rehabilitasi terhadap 472 rumah melalui program BSPS juga sedang dilaksanakan.
Dengan demikian, total rumah yang memperoleh penanganan dari kedua program tersebut mencapai 712 unit yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan.
Diva menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah apabila Aceh Selatan kembali memperoleh tambahan alokasi bantuan hingga akhir 2026.
“Jika tidak ada halangan, totalnya mencapai 712 rumah di sejumlah lokasi dan wilayah. Jumlah ini juga masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun,” katanya.
Sekda menegaskan pemerintah daerah ingin seluruh bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak dan memberikan manfaat nyata. Karena itu, Dinas Perkim diminta bekerja maksimal untuk mengejar target penyelesaian.
“Pelaksanaan bantuan stimulan rehab rumah korban bencana tahap pertama sebanyak 240 rumah sudah berjalan. Ini harus digenjot. Dinas Perkim terus bekerja keras merampungkan target,” kata Diva.
Di tengah percepatan tersebut, Pemkab Aceh Selatan mengakui masih terdapat sejumlah hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Berdasarkan laporan Dinas Perkim, salah satu kendala berada pada kelengkapan administrasi sejumlah kelompok penerima manfaat, termasuk proses validasi rekening bank operasional.
Kondisi tersebut berpengaruh terhadap proses penyaluran anggaran.
Selain itu, lokasi sebagian rumah yang berada di kawasan pelosok juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi medan membuat mobilisasi material bangunan menuju titik pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama.
Pemkab, kata Diva, terus mengevaluasi hambatan tersebut agar tidak mengganggu target penyelesaian program.
“Semua persoalan yang menyangkut pemerintahan dan kepentingan masyarakat kita akomodir dan cek secara berkala. Setiap program harus ditindaklanjuti secara serius,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berharap percepatan pekerjaan dapat membuat masyarakat penerima bantuan segera menempati rumah yang lebih layak, sekaligus memastikan anggaran rehabilitasi pascabencana memberi manfaat sesuai sasaran.
