TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Tokoh masyarakat yang juga mantan anggota DPRK Aceh Selatan, Zirhan SP, menyesalkan tindakan pihak tertentu yang terlalu berlebihan dan dramatis (Lebay) membuat framing negatif terkait keberangkatan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.
“Pemberitaan terhadap Bupati Mirwan terlalu dibesar-besarkan (boombastis) sehingga menimbulkan kegaduhan yang luar biasa sekali. Padahal, kondisi di Aceh Selatan tidak separah sebagaimana yang digambarkan (framing),” kata Zirhan kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (8/12/2025).
Politisi yang juga mantan aktivis mahasiswa itu mengaku mampu membuktikan argumentasinya tersebut. Sebab faktanya dilapangan, saat ini Kabupaten Aceh Selatan masih dalam keadaan baik-baik saja. Pemerintahan masih berjalan normal sebagaimana biasanya, pelayanan kesehatan dan pendidikan masih berjalan optimal.
Kondisi ini, berbeda dengan daerah lain seperti Aceh Tamiang yang lumpuh total, warga masih mengungsi, bantuan logistik belum semuanya terpenuhi, dan rumah sakit masih lumpuh total.
Begitupun, dengan kondisi wilayah tengah Aceh yang hingga saat ini masih ada desa yang belum bisa di akses.
“Aceh Selatan saat ini masih baik-baik saja, tidak ada warga yang kelaparan, juga tak ada rumah hancur akibat banjir, silahkan cek ke lapangan,” kata Zirhan.
Kondisi Aceh Selatan yang tak separah dengan keadaan beberapa kabupaten/kota wilayah timur dan tengah Aceh diminta tak boleh di generalisir sama seluruhnya, sebab bisa memunculkan framing negatif terhadap Aceh Selatan.
“Sementara di wilayah tengah saat ini ada ratusan ribu warga yang butuh penangganan segera dengan belum bisa di akses lewat jalur darat, BBM langka dan mahal, listrik belum normal, pemerintahan belum berjalan normal, padahal sudah 12 hari bencana terjadi, seharusnya ini menjadi fokus pemerintah,” ungkap Zirhan.
Namun demikian, Zirhan tetap menyesalkan langkah Bupati Aceh Selatan Mirwan melaksanakan umrah ditengah bencana alam sedang menimpa Aceh. Dia menyebut langkah pergi umrah secara tak tepat waktu itu tetap tak beretika karena terkesan tak berempati terhadap warga yang tengah berjuang membutuhkan bantuan pasca bencana alam.
Tetapi, sambung Zirhan, jika terlalu fokus pada pemberitaan Bupati umrah bisa berpotensi melupakan desakan terhadap pemerintah pusat agar segera menetapkan status bencana Nasional di Aceh. Padahal penetapan status bencana alam sumatera menjadi bencana nasional lebih prioritas.
“Seharusnya tokoh-tokoh di Aceh dan luar Aceh fokus pada desakan agar pemerintah Pusat menetapkan bencana Nasional di sumatera, bukan terlena dan lalai dengan isu Bupati Aceh Selatan umrah,” ujar Zirhan.
Karena itu, Zirhan mengajak semua pihak agar fokus pada penanganan bencana yang terjadi di Aceh.
“Sudah 12 hari bencana terjadi, tapi penanganan masih belum maksimal, mari sama – sama kita fokus membantu saudara kita,” tambah Zirhan.
“Terkait dengan Bupati Mirwan, biarkan kemendagri yang memprosesnya, jangan hanya isu Bupati Aceh Selatan umrah, kita lupa bahwa bencana Aceh masih butuh penanganan ekstra,” tutup Zirhan.





