TheTapaktuanPost | Tapaktuan – Solidaritas Pemuda Anti Korupsi (SiPAK) mendesak Politeknik Aceh Selatan (Poltas) membuka secara transparan pengelolaan Program Beasiswa SDM Sawit yang dibiayai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Koordinator SiPAK, Muhammad Akhyar, menilai keterbukaan pengelolaan dana menjadi keharusan karena anggaran program tersebut bersumber dari pungutan ekspor kelapa sawit yang pada akhirnya berasal dari sektor perkebunan sawit.
Menurut Akhyar, hingga kini Poltas sebagai salah satu kampus mitra BPDP belum memberikan informasi yang memadai mengenai tata kelola dana beasiswa tersebut kepada publik.
“Kami mendesak Politeknik Aceh Selatan sebagai kampus mitra BPDP agar terbuka terkait pengelolaan dana beasiswa. Transparansi sangat penting karena dana ini berasal dari pungutan sektor sawit,” kata Akhyar kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa (28/7/2026).
Ia mempertanyakan alasan pengelolaan dana program tersebut dinilai belum dibuka secara transparan. Menurutnya, sikap tertutup hanya akan memunculkan spekulasi dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program.
“Kami heran mengapa pengelolaan dana yang berasal dari sektor sawit harus ditutupi. Jangan sampai muncul dugaan adanya penyimpangan. Cara terbaik menghilangkan kecurigaan adalah membuka seluruh pengelolaannya kepada publik,” ujarnya.
Akhyar menegaskan tuntutan transparansi itu merupakan bentuk kepedulian terhadap dana yang bersumber dari pungutan ekspor kelapa sawit dan pada akhirnya berkaitan dengan kepentingan para petani sawit.
“Kami mewakili suara petani sawit meminta agar kampus mitra BPDP benar-benar terbuka dalam mengelola dana beasiswa tersebut. Jangan sampai pengelolaannya seperti Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dalam sejumlah kasus pernah tersandung dugaan tindak pidana korupsi,” tegasnya.
Selain itu, SiPAK juga meminta Poltas mempublikasikan secara rinci komponen penggunaan anggaran, termasuk besaran biaya administrasi, biaya operasional, serta alokasi dana yang diterima dan disalurkan kepada mahasiswa penerima manfaat.
“Publik berhak mengetahui bagaimana dana itu digunakan. Pengelolaan yang transparan merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat, khususnya petani sawit,” kata Akhyar.
Ia menambahkan, Program Beasiswa SDM Sawit merupakan investasi strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di sektor perkebunan kelapa sawit. Karena itu, program tersebut harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel agar tujuan peningkatan kualitas SDM benar-benar tercapai.
“Program ini bukan sekadar memberikan bantuan pendidikan, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia di masa depan,” pungkasnya.




