TheTapaktuanPost | Kluet Utara. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bergerak cepat merespons kebutuhan petani jelang masa tanam serentak (MT 1) tahun 2026. Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mengambil langkah strategis agar jaringan irigasi dapat kembali optimal dan mampu melayani seluruh areal persawahan di Kecamatan Kluet Utara.
Targetnya tidak main-main, seluas 1.300 hektare sawah harus terairi sesuai dengan rencana tanam serentak yang telah disusun bersama.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Aceh Selatan, Ir. Rima Eved Hendedy, ST, MSP, menegaskan pihaknya langsung menindaklanjuti instruksi tersebut dengan langkah teknis di lapangan.
“Kami telah melakukan identifikasi titik-titik krusial pada jaringan irigasi dan segera melakukan penanganan, baik melalui pembersihan saluran, perbaikan konstruksi, maupun optimalisasi distribusi air. Langkah ini kami lakukan agar seluruh lahan sawah di Kluet Utara dapat terlayani secara maksimal sesuai kebutuhan masa tanam,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Menurut Rima, percepatan ini menjadi kunci agar tidak terjadi keterlambatan musim tanam yang dapat berdampak pada produktivitas pertanian.
Sementara itu, Camat Kluet Utara, Alman Paluti, S.STP menyampaikan bahwa penanganan irigasi yang telah dilakukan pemerintah daerah memberi kepastian bagi petani. Ia memastikan rencana tanam serentak yang sebelumnya telah disepakati tetap berjalan tanpa perubahan.
“Dengan adanya penanganan irigasi yang dilakukan secara cepat dan tepat, kami memastikan rencana tanam serentak tetap sesuai jadwal. Ini menjadi angin segar bagi para petani yang sebelumnya khawatir akan ketersediaan air,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari tingkat mukim. Mukim Sejahtera Kecamatan Kluet Utara, Zurmi Wali, menilai langkah cepat Bupati sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap masyarakat tani.
“Kami sangat mengapresiasi respons cepat Bupati dalam menangani persoalan irigasi ini. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat. Dengan irigasi yang kembali berfungsi, petani bisa menyambut masa tanam serentak tahun 2026 dengan lebih optimis,” katanya.
Percepatan penanganan irigasi ini diharapkan tidak hanya menjamin kelancaran musim tanam, tetapi juga menjadi fondasi peningkatan produksi padi di Kluet Utara.
“Pemerintah daerah terus hadir dalam memastikan kebutuhan dasar petani terpenuhi, terutama dalam hal ketersediaan air yang menjadi urat nadi sektor pertanian,” pungkas Kabid SDA PUPR Aceh Selatan.
