TheTapaktuanPost | Meukek. Masyarakat disejumlah desa dalam Kecamatan Meukek, Aceh Selatan mengeluhkan suplai arus listrik PLN sering mati hidup mati hidup (byar pet) sejak beberapa bulan terakhir. Dalam sehari, arus listrik mengalami byar pet mencapai puluhan kali.
Meskipun pemadaman arus listrik tak berlangsung lama, tapi dilakukan pemutusan arus mencapai puluhan kali dalam sehari dengan durasi lamanya mati lampu hitungan menit, lalu hidup lagi lalu mati lagi sehingga penerangan arus listrik ke rumah-rumah penduduk di wilayah itu sudah seperti “lampu disco”.
“Suplai arus listrik PLN ke rumah-rumah masyarakat sudah seperti “lampu disco” hidup mati hidup mati. Anehnya, durasi mati lampu itu tak berlangsung lama hanya hitungan menit sudah hidup lagi, tapi hidup mati-hidup mati itu cukup sering mencapai puluhan kali dalam sehari,” ungkap sejumlah warga di Kecamatan Meukek sebagaimana dirangkum TheTapaktuanPost Kamis (18/6/2020).
Menurut pengakuan pelanggan PLN di wilayah itu, dampak kerugian utama yang dialami masyarakat setempat adalah barang-barang elektronik di rumah mereka banyak yang rusak (error), akibat suplai arus listrik PLN tak stabil serta sering hidup mati-hidup mati.
“Selain barang-barang elektronik rusak, pemadaman arus listrik cukup sering yakni mencapai puluhan kali dalam sehari juga mengakibatkan bola lampu di rumah-rumah penduduk banyak yang putus,” sesal sejumlah warga di sana.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Labuhanhaji, Alimuddin Jamal, saat dimintai konfirmasi mengatakan penyebab arus listrik PLN sering mati hidup-mati hidup (byar pet) di wilayah Kecamatan Meukek disebabkan karena jaringan suplai arus listrik dari Gardu Hubung (GH) Labuhanhaji sudah semakin panjang dan jauh yakni sudah sampai GH Tapaktuan, dari sebelumnya hanya sampai Kecamatan Meukek saja. Akibatnya, beban suplai arus dari area Labuhanhaji pun telah bertambah dan semakin sulit untuk dipantau.
“Kejadian arus listrik sering mati mendadak lalu hidup lagi lalu mati lagi seperti terjadi selama ini di Kecamatan Meukek, baru-baru ini saja setelah beban suplai arus PLN area Labuhanhaji bertambah sampai ke Tapaktuan, padahal sebelumnya hanya sampai Kecamatan Meukek saja, sementara area Tapaktuan sampai Kecamatan Sawang sebelumnya mereka suplai sendiri,” kata Alimuddin Jamal.
Menurutnya, penambahan beban suplai arus sampai Tapaktuan itu disebabkan karena Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Tapaktuan mengalami kerusakan beberapa unit mesin, sehingga mengakibatkan daya listrik tak cukup.
Akibatnya, arus listrik PLN gardu hubung (GH) Labuhanhaji yang bersumber dari gardu induk (GI) Blang Pidie harus di suplai sampai ke GH Tapaktuan. Sementara diantara Labuhanhaji sampai Tapaktuan itu terdapat dua recloser, dari sebelumnya hanya satu recloser.
“Recloser itu ibaratnya pemutus arus. Karena suplai arus PLN dari Labuhanhaji sudah sampai Tapaktuan maka sudah terdapat 2 recloser yaitu di Meukek dan di Mutiara Sawang. Nah, jika terjadi gangguan arus di Tapaktuan, Samadua atau Sawang maka recloser di Mutiara Sawang itu akan lepas. Kejadian itu secara otomatis juga mengakibatkan recloser di Meukek juga ikut melepas karena sistemnya dirancang otomatis,” jelas Alimuddin.
Sebelumnya, kata Alimuddin, kejadian gangguan suplai arus PLN dari area Labuhanhaji jelas dan mudah dipantau, sebab jika terjadi gangguan di Kecamatan Meukek maka recloser di Kecamatan Meukek saja yang melepas dan itu permanen gangguannya. Sedangkan sekarang ini, terjadi gangguan di Samadua atau Sawang sehingga recloser di Mutiara Sawang melepas, recloser di Kecamatan Meukek juga ikut melepas.
“Sementara cara kerja perangkat recloser di Kecamatan Meukek itu sifatnya otomatis (autorecloser) sehingga setelah arus listrik padam sebentar langsung hidup lagi karena sifatnya otomatis,” ujarnya seraya menjelaskan bahwa tujuan dibuat recloser per wilayah seperti itu agar kejadian pemadaman listrik tak meluas atau tak padam total langsung di pangkal.
Saat ditanya sampai kapan kejadian seperti ini akan berakhir?, Alimuddin mengaku tak bisa memberikan jawaban secara pasti dan konkrit, karena sejauh ini GH PLN area Labuhanhaji masih harus menyuplai arus listrik sampai GH Tapaktuan, karena beberapa unit mesin di PLTD Tapaktuan masih mengalami kerusakan sampai saat ini.

