Ulama Aceh Selatan Gelar Pengajian Mubahasah di Pasie Raja

TheTapaktuanPost | Pasie Raja. Sejumlah ulama bersama pimpinan dayah dan teungku dayah, teungku TPA serta teungku balai semeubet dalam wilayah se-Kluet Raya yang tergabung dalam Majelis Pengajian Mubahasah Teungku (MPMT) menggelar pengajian mubahasah di Gampong Ujung Bate, Kecamatan Pasie Raja, Minggu (28/6/2020), sebagai upaya penguatan pemahaman ahlussunnah wal-jamaah sebagai upaya membendung syubhat akidah dan mempersatukan umat.

Kegiatan yang dirangkai dengan kenduri kuburan Gampong Ujung Bate, Kecamatan Pasie Raja tersebut, dipimpin Waled Marhaban Adnan (Pimpinan Ponpes/Dayah Ashabul Yamin Bakongan) dan Abon Armiya Ahmad (Ketua MPU Aceh Selatan).

Acara ini turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Pasie Raja, anggota DPRK Aceh Selatan dari PDA Martunis, Imum Mukim, para Keuchik, para Imam Masjid, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Dalam tausiahnya, Waled H. Marhaban Adnan Bakongan antara lain menjelaskan, agama Islam wajib dijaga bersama. Jika tidak diperkokoh dengan benteng keislaman yang kuat maka akan sia-sia bagi generasi muda kedepan.

“Oleh karena itu mari kita memperkokoh ukhwah islamiyah sehingga kita tidak terpengaruh dengan aliran – aliran sesat dan perkembangan zaman,” ucapnya. 

Hal itu, lanjutnya, sebagaimana pernah terjadi di negara – negara Islam dahulu bahwa pengaruh aliran – aliran sesat dan budaya barat telah berpengaruh terhadap generasi muda Islam.

“Semua itu terjadi akibat kebodohan tentang pengetahuan ajaran Islam. Hal itu tidak mustahil bisa terjadi di Aceh jika kita lalai dalam memahami ajaran Islam,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua MPMT Kluet Raya Tgk. Muhibbul Tibri menyatakan terlaksananya kegiatan mubahasah dan kenduri kuburan ini, berkat kerjasama semua pihak baik panitia, pemuda dan masyarakat Gampong Ujung Batee.

“Majelis ini sudah terbentuk di wilayah Kluet Raya sejak tahun 2016, anggotanya terdiri dari para ulama, pimpinan dayah dan teungku dayah, teungku TPA dan teungku balai semuebet dari setiap Kecamatan dalam wilayah Kluet Raya,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, kegiatan mubahasah teungku ini telah berjalan setiap tahun disetiap kecamatan, sementara di Kecamatan Pasie Raja ini yang pertama sekali dilaksanakan.

“Mubahasah teungku Kluet Raya dan pengajian tastafi  (Tauhid Thasawuf dan Fiqih) ini, materinya khusus mengupas tentang pembahasan kajian syariat, tariqat, haqiqat dan ma’rifat,” ujarnya.

Makanya, dalam acara terbuka bagi masyarakat umum yang hadir dipersilahkan berdiskusi dan tanya jawab, sebagaimana selama ini yang diikuti dalam setiap pengajian ilmu tauhid dan tashawuf.

Melalui kegiatan mubahasah ini, diharapkan dapat menjadi penggerak untuk membentengi diri dari berbagai pengaruh aliran yang bertentangan dengan prinsip “Ahlusunnah Waljamaah”.

Sementara itu, Keuchik Ujung Batee Saipul menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih telah dipilih gampongnaya sebagai tempat pengajian mubahasah kali ini.

“Saya merasa sangat terharu dan tersanjung atas kehadiran para ulama dan teungku-teungku dayah. Terima kasih kepada MPMT yang telah melaksanakan kegiatan mubahasah dan kanduri kuburan di Gampong Ujung Batee,” ujar Saiful. [] NB