Air Banjir Mulai Surut, Warga Trumon Pilih Bertahan di Tenda Pengungsian karena Khawatir Banjir Susulan

TheTapaktuanPost.com | Trumon Tengah – Banjir yang merendam dua gampong di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Namun, membaiknya kondisi tersebut belum membuat warga berani meninggalkan tenda pengungsian dan kembali ke rumah masing-masing.

Kekhawatiran terhadap kemungkinan datangnya banjir susulan membuat warga Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu memilih tetap bertahan di lokasi pengungsian, meskipun debit air kiriman akibat meluapnya Sungai Soraya di kawasan Gelombang, Kota Subulussalam, mulai menurun.

Bacaan Lainnya

Camat Trumon Tengah, Muhammad Nazir, S.IP, membenarkan bahwa hingga Jumat (30/10/2026), warga terdampak banjir masih bertahan di posko pengungsian sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan kembali meluapnya air sungai.

Menurutnya, kondisi banjir yang melanda dua gampong sejak Rabu (28/10/2026) berangsur membaik. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi banjir kiriman dari wilayah hulu belum dapat diabaikan.

“Pengungsi masih bertahan di posko untuk menghindari kemungkinan banjir susulan. Alhamdulillah, kondisi air saat ini mulai surut dan mudah-mudahan terus membaik,” ujar Muhammad Nazir saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (30/10/2026).

Selama warga belum kembali ke rumah, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama unsur terkait terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak.

Muhammad Nazir mengatakan, pemerintah daerah telah menyediakan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga selama berada di lokasi pengungsian.

Selain bantuan logistik, personel TNI, Polri, BPBD, serta unsur Muspika Trumon Tengah terus memantau perkembangan banjir dan kondisi masyarakat di lapangan.

Personel Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Trumon, Polda Aceh, juga disiagakan untuk membantu penanganan apabila kondisi banjir kembali memburuk.

“Sejak banjir melanda dua gampong, pemerintah daerah bersama Forkopimda hadir di tengah kesulitan masyarakat. Bantuan dan penanganan terus dilakukan,” katanya.

Nazir menjelaskan, meskipun Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah, pemerintah kabupaten tetap melakukan penanganan melalui Wakil Bupati H. Baital Mukadis yang turun langsung meninjau lokasi banjir dan pengungsian.

Kapolres Aceh Selatan bersama jajaran TNI dan unsur terkait lainnya juga melakukan pemantauan untuk memastikan penanganan warga terdampak tetap berjalan.

Tim Kementerian PU Turun ke Trumon Tengah

Di tengah upaya penanganan banjir, Muhammad Nazir mengungkapkan bahwa tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah tiba di Kecamatan Trumon Tengah untuk meninjau langsung kondisi banjir.

Kedatangan tim tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap persoalan banjir yang melanda kawasan tersebut. Namun, Nazir belum merinci hasil peninjauan maupun langkah penanganan yang akan dilakukan pihak kementerian.

Ia berharap kondisi banjir terus membaik sehingga masyarakat dapat segera meninggalkan pengungsian dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Atas nama masyarakat Trumon Tengah, Nazir juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Forkopimda, petugas gabungan, serta seluruh pihak yang telah membantu penanganan banjir.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah bahu-membahu menangani banjir di Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu. Semoga Aceh Selatan senantiasa aman dan dijauhkan dari segala bencana,” tutupnya.

Sementara itu, meski genangan mulai menyusut, keberadaan warga di tenda pengungsian menunjukkan bahwa ancaman banjir belum sepenuhnya berlalu. Bagi masyarakat terdampak, memastikan kondisi benar-benar aman menjadi pertimbangan sebelum memutuskan kembali ke rumah.

Pos terkait