TheTapaktuanPost.com | Trumon Tengah – Banjir yang melanda wilayah Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, belum sepenuhnya mereda. Hingga Kamis (29/10/2026) siang, sedikitnya 314 jiwa dari 81 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, sementara 102 warga terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Bencana yang dipicu meluapnya Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya itu merendam permukiman warga di Kecamatan Trumon Tengah dan Kecamatan Trumon. Di sejumlah titik, genangan air bahkan mencapai ketinggian 60 sentimeter pada badan jalan.
Berdasarkan laporan terbaru Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Selatan, Kamis (29/10/2026) pukul 12.32 WIB, banjir mulai terjadi sejak Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 09.35 WIB.
Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Aceh Selatan dan sejumlah wilayah lain di Provinsi Aceh menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap ke kawasan permukiman penduduk.
Dari tiga gampong yang dilaporkan terdampak, Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah menjadi lokasi pengungsian warga.
Di Gampong Lhok Raya, banjir berdampak terhadap 30 KK atau 112 jiwa. Sebanyak 16 KK dengan jumlah 46 jiwa telah mengungsi ke Kompi Brimob.
Para pengungsi tersebut terdiri atas 24 orang dewasa, empat lanjut usia, tiga remaja, 13 anak-anak, dan dua balita.
Sementara itu, di Gampong Cot Bayu, banjir berdampak terhadap 30 KK atau 120 jiwa. Sebanyak 14 KK dengan jumlah 56 jiwa terpaksa mengungsi.
Dari jumlah tersebut, empat KK atau 16 jiwa mengungsi ke tempat pengajian Al-Qur’an (TPA), sedangkan 10 KK lainnya dengan jumlah 40 jiwa memilih berlindung di rumah kerabat.
Dengan demikian, total sementara warga yang mengungsi akibat banjir di Aceh Selatan mencapai 30 KK atau 102 jiwa.
Meski genangan di Gampong Lhok Raya mulai menunjukkan tanda-tanda surut, kondisi belum sepenuhnya aman. Air masih menggenangi jalan lintas gampong dengan ketinggian sekitar 30 hingga 40 sentimeter.
Sebagian warga juga masih bertahan di lokasi pengungsian karena kondisi permukiman belum sepenuhnya pulih.
Situasi berbeda terjadi di Gampong Cot Bayu. Genangan air pada badan jalan masih mencapai sekitar 60 sentimeter, sementara air mulai memasuki rumah warga dengan ketinggian 10 hingga 20 sentimeter.
BPBD Aceh Selatan memperkirakan genangan di kawasan tersebut masih berpotensi meningkat apabila debit air sungai kembali bertambah.
Sementara itu, banjir juga mulai menggenangi kawasan permukiman di Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon.
Di gampong tersebut, sedikitnya 21 rumah terendam banjir dengan jumlah warga terdampak mencapai 21 KK atau 82 jiwa.
Ketinggian air pada badan jalan berkisar 20 hingga 40 sentimeter, sedangkan genangan di rumah penduduk dilaporkan mencapai sekitar 45 sentimeter.
Kondisi ini menyebabkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terganggu. Selain merendam rumah dan akses jalan, banjir juga berpotensi menggenangi kebun serta lahan pertanian warga.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Aceh Selatan mengerahkan personel Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar-PB) serta Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi terdampak.
Pengerahan personel dilakukan atas instruksi Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik serta Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Petugas juga berkoordinasi dengan unsur Muspika, TNI, Polri, dan masyarakat setempat untuk mendata dampak banjir sekaligus memantau perkembangan kondisi warga.
BPBD menyatakan pemantauan ketinggian air terus dilakukan, terutama di kawasan yang masih berpotensi mengalami peningkatan genangan.
Hingga laporan diterbitkan, data warga terdampak maupun jumlah pengungsi masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Banjir yang belum sepenuhnya surut ini membuat puluhan keluarga di kawasan Trumon Raya masih harus bertahan di pengungsian, sementara warga lainnya menghadapi ancaman genangan yang sewaktu-waktu dapat kembali meningkat.





