TheTapaktuanPost.com | Trumon Tengah – Luapan Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya kembali memicu banjir di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Sedikitnya 46 warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke Kompi Brimob setelah air merendam permukiman di Gampong Lhok Raya, Rabu (28/10/2026).
Banjir yang dipicu tingginya intensitas hujan itu berdampak terhadap 112 jiwa dari 30 kepala keluarga (KK). Ketinggian air yang masuk ke rumah warga dilaporkan mencapai sekitar 50 sentimeter, sementara genangan di badan jalan berkisar 20 hingga 40 sentimeter.
Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Selatan hingga Rabu malam pukul 20.27 WIB, sebanyak 16 KK atau 46 jiwa telah mengungsi ke Kompi Brimob.
Dari jumlah tersebut, terdapat empat lanjut usia (lansia), dua balita, 13 anak-anak, tiga remaja, dan 24 orang dewasa.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan Mudatsir ZA melaporkan ketinggian air di sejumlah lokasi masih berpotensi mengalami kenaikan secara perlahan seiring meningkatnya debit sungai.
Selain Lhok Raya, luapan air juga mulai menggenangi badan jalan di Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, dengan ketinggian sekitar 10 hingga 20 sentimeter.
“Meski belum memasuki permukiman warga di Cot Bayu, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian petugas karena genangan diperkirakan masih berpotensi bertambah,” kata Mudatsir ZA.
Kalak BPBD menjelaskan, banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Aceh Selatan dan sejumlah daerah lainnya di Provinsi Aceh. Kondisi itu menyebabkan debit Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya meningkat hingga meluap ke kawasan permukiman.
Selain merendam rumah, banjir turut mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Genangan juga berpotensi meluas ke kebun dan lahan pertanian warga apabila debit air terus meningkat.
Merespons kondisi tersebut, BPBD Aceh Selatan mengerahkan personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar-PB) serta Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan dan asesmen di wilayah terdampak.
Pengerahan personel dilakukan atas instruksi Kepala Pelaksana BPBD melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik serta Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Petugas juga berkoordinasi dengan unsur Muspika, TNI, Polri, dan masyarakat setempat untuk memantau perkembangan banjir sekaligus mendata warga yang terdampak.
Hingga laporan terakhir Rabu malam, BPBD masih melakukan pemantauan terhadap perubahan ketinggian air, terutama di kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai.
Jumlah warga terdampak maupun pengungsi masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Banjir di Trumon Tengah ini kembali menempatkan kawasan permukiman di sekitar aliran Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya dalam kondisi waspada, terutama apabila hujan berintensitas tinggi kembali terjadi.
