TheTapaktuanPost | Banda Aceh. Beberapa pohon tumbang menimpa anjungan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) milik Pemkab Aceh Selatan di Taman Ratu Safiatuddin, Kota Banda Aceh sejak dua pekan lalu akibat dihantam angin kencang. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan yang secara khusus diperintahkan oleh bupati berangkat ke Banda Aceh menyelesaikan masalah ini, memastikan bahwa pada Jumat, (18/9/2020) sore tadi, seluruh pohon tumbang tersebut telah dibersihkan.
“Alhamdulillah saat ini seluruhnya sudah dibersihkan,” kata Kadisdikbud Aceh Selatan, Erdiansyah S.Pd kepada TheTapaktuanPost via sambungan telepon Jumat (18/9/2020) malam.
Menurutnya, ada 3 batang pohon yang sudah tumbuh tinggi dan besar-besar tumbang menimpa bangunan dan atap anjungan PKA Aceh Selatan, 2 diantaranya tumbang total sedangkan 1 lagi sudah keluar akarnya juga hampir tumbang. Satu pohon lagi ikut tumbang adalah pohon cemara yang berdiri di depan anjungan PKA.
Dua batang pohon yang sudah tumbuh besar disekitar anjungan PKA Aceh Selatan tersebut, tumbang lalu menimpa atap anjungan PKA sejak dua pekan lalu. Kemudian baru-baru ini, satu batang pohon cemara di depan anjungan PKA juga kembali tumbang. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, Erdiansyah memastikan bahwa pohon-pohon tersebut tumbang akibat diterjang angin badai beberapa waktu lalu.
“Sekitar dua pekan lalu, saya diperintahkan Bapak Bupati Aceh Selatan berangkat ke Banda Aceh guna mengkoordinasikan pembersihan pohon tumbang tersebut. Karena yang bertanggungjawab terhadap pembersihan adalah Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh. Maka langkah pembersihan kita koordinasikan dengan mereka,” ujar Erdiansyah.
Selama ini, sebut Erdiansyah, langkah pembersihan belum bisa dilakukan oleh dinas terkait di Jajaran Pemko Banda Aceh karena petugas bidang kebersihan dinas dimaksud, sedang memfokuskan pembersihan dilokasi perbatasan antara Kota Madya Banda Aceh dengan Aceh Besar.
“Karena belum juga dibersihkan, pada Jumat pagi tadi saya kembali menghubungi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh. Hingga akhirnya langkah pembersihan baru telah dilakukan usai shalat Jumat tadi,” ungkapnya.
Disekitar anjungan PKA Aceh Selatan, sambung Erdiansyah, sebenarnya ada sebanyak 6 batang pohon yang sudah tumbuh besar dan tinggi-tinggi. Yang tumbang total itu, sebanyak 2 batang ditambah 1 batang pohon cemara di depan anjungan PKA. Sedangkan 3 batang lagi 1 diantaranya nyaris tumbang dimana akar-akarnya sudah mulai keluar sedangkan 2 batang lagi masih berdiri tegak.
Hanya saja, pohon yang masih berdiri tegak ini termasuk pohon yang sudah keluar akarnya, dahan-dahannya sudah panjang-panjang sampai ke atas atap anjungan. Jika tidak segera dibersihkan maka dikhawatirkan disaat dihantam angin badai, akan merusak atap anjungan.
“Makanya saya minta kepada petugas kebersihan Kota Banda Aceh, selain dipotong habis pohon yang sudah keluar akarnya, juga tolong dibersihkan dahan-dahan di 2 pohon lainnya yang sudah mengenai atap anjungan. Tapi jangan dipotong pohon sampai habis melainkan hanya dipotong dahan-dahannya saja,” tandas Erdiansyah.



